FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Kebakaran melanda kawasan perkebunan jati di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Kobaran api mulai diketahui warga pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB dan hingga Selasa (18/8/2026) siang masih terlihat di sejumlah titik.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (P2BK) Warungkiara, titik awal kebakaran berada di kawasan Kampung Pasir Angin RT 03/RW 05, Desa Hegarmanah. Api kemudian menjalar hingga ke Kampung Ciaraksan RT 01/RW 02, Desa Mekarjaya.
Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare. Area yang terbakar merupakan kawasan perkebunan jati yang berada di medan perbukitan.
P2BK Warungkiara Yudi Ridwan mengatakan, api pertama kali diketahui setelah warga melihat kobaran dari kawasan perkebunan. Saat dilakukan pengecekan, api telah bergerak mengikuti kontur bukit dan meluas ke sejumlah bagian lahan.
“Laporan pertama kami terima sekitar pukul 23.00 WIB. Ketika warga datang ke lokasi, api sudah terlihat merambat dari bagian bawah bukit menuju bagian atas dan terus meluas di area perkebunan,” ujar Yudi Ridwan.
Menurut Yudi, proses penanganan tidak mudah karena kondisi geografis lokasi yang berada di kawasan perbukitan. Selain akses menuju lokasi yang terbatas, ketersediaan sumber air juga menjadi salah satu kendala dalam upaya pemadaman.
“Medannya cukup sulit karena berada di perbukitan. Akses jalan sempit, sumber air juga terbatas, sehingga ada beberapa titik yang sulit dijangkau petugas maupun kendaraan,” katanya.
Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan titik api tidak kembali membesar dan merambat ke wilayah lain.
Kekhawatiran sempat muncul dari warga karena beberapa titik kobaran api terlihat berada tidak jauh dari kawasan permukiman di sekitar Pasir Angin, Desa Bantarkalong. Namun, berdasarkan pemantauan sementara, api belum mencapai rumah warga maupun bangunan lainnya.
“Untuk sementara kebakaran masih berada di area perkebunan. Belum ada laporan api yang merambat ke bangunan dan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi,” jelas Yudi.
Ia menambahkan, penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur. P2BK Warungkiara berkoordinasi dengan pemerintah desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, petugas Damkar Posko V Cibadak, serta masyarakat sekitar.
Petugas dan warga juga terus melakukan pengawasan terhadap titik-titik yang masih mengeluarkan asap maupun api. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kembali kobaran yang dapat meluas, terutama karena kondisi lahan yang relatif kering.
Hingga Selasa siang, cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cerah. Sejumlah titik api masih terlihat sehingga proses pemantauan terus dilakukan.
Sementara itu, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Petugas masih melakukan pendataan dan menunggu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sumber awal munculnya api. Nilai kerugian akibat kebakaran juga masih dalam proses penghitungan.
Yudi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya pembakaran sampah di sekitar lahan kering dan kawasan perkebunan.
“Di kondisi seperti sekarang, kami meminta masyarakat lebih waspada. Jangan membakar sampah sembarangan karena api sangat mudah merambat ke lahan kering. Kalau memang harus membakar, pastikan api benar-benar padam dan jangan ditinggalkan begitu saja,” pungkasnya. (*/Jng)











