Korban yang hilang diketahui bernama Doa Khoirul Ikhsan (16), seorang pelajar asal Kampung Jengjing, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Sementara korban selamat adalah Hafidz Mubarok (17), pelajar asal Kampung Taman Kota, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak.
Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, S.Pd., menjelaskan bahwa musibah bermula saat kedua korban sedang berenang di pinggir pantai. Tiba-tiba, gelombang tinggi datang dan langsung menyeret tubuh keduanya ke tengah laut.
“Saat korban berenang di pinggir pantai, tiba-tiba datang ombak besar yang mengakibatkan mereka terseret arus ke tengah lalu tenggelam,” ujar AKP Dadi.
Hafidz berhasil diselamatkan oleh kru Balawista yang bersiaga di sekitar lokasi. Anggota Satpolairud Polres Sukabumi kemudian langsung mengevakuasi Hafidz ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan penanganan medis.
Di sisi lain, petugas gabungan masih berupaya mencari Doa Khoirul Ikhsan yang keberadaannya belum diketahui.
Petugas kini telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta mendata informasi lengkap terkait kecelakaan laut ini.
Berkaca dari kejadian tersebut, AKP Dadi mengimbau para wisatawan untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan memperhatikan kondisi laut sebelum beraktivitas.
“Kami mengimbau para wisatawan agar selalu berhati-hati dan waspada. Awasi anak-anak maupun anggota keluarga yang bermain di pinggir pantai, dan jangan berenang jika kondisi laut sedang tidak aman,” pungkasnya. (**/Red)










