FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Peningkatan gelombang laut di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi kembali memicu kecelakaan laut. Sebanyak lima orang wisatawan terseret ombak besar saat berenang di Pantai Cibuaya, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (10/10/2026) sore sekitar pukul 16.52 WIB.
Dalam insiden tragis tersebut, tiga korban berhasil diselamatkan, sementara dua wisatawan lainnya dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, seluruh korban merupakan bagian dari rombongan wisatawan asal Bekasi dan sekitarnya.
Camat Ciracap, Rukman Taufik, mengonfirmasi bahwa tiga wisatawan yang selamat adalah SF (20), AK (16), dan FY (17). Usai dievakuasi ke daratan, ketiganya langsung mendapatkan penanganan intensif dari tim medis.
“Sementara dua wisatawan yang hingga saat ini belum ditemukan diketahui bernama MZ (18) dan Z (17),” ujar Rukman.
Rukman menjelaskan, peristiwa nahas itu bermula saat para korban sedang asyik berenang di tepi pantai. Tiba-tiba, ombak besar datang dan langsung menggulung serta menyeret tubuh mereka hingga terbawa arus ke tengah laut.
Menurutnya, kondisi gelombang di kawasan pantai selatan Sukabumi saat ini memang sedang mengalami peningkatan ekstrem akibat faktor peralihan cuaca (pancaroba). Situasi ini sangat rawan dan membahayakan keselamatan pengunjung, terutama bagi mereka yang memaksakan diri berenang.
“Untuk wilayah pantai selatan, saat ini terjadi peningkatan gelombang akibat peralihan cuaca sehingga rawan terjadi kecelakaan laut,” tambah Rukman.
Mengingat kawasan pantai selatan Sukabumi selalu menjadi destinasi favorit pelancong saat akhir pekan, pihak kecamatan meminta para pengunjung untuk melipatgandakan kewaspadaan. Wisatawan diwajibkan mematuhi rambu larangan serta imbauan petugas di lapangan agar tidak berenang saat gelombang sedang tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus diupayakan untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian guna menemukan kedua korban yang hilang. Perkembangan mengenai proses pencarian selanjutnya masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang. (*/Red)
SUKABUMI – Peningkatan gelombang laut di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi kembali memicu kecelakaan laut. Sebanyak lima orang wisatawan terseret ombak besar saat berenang di Pantai Cibuaya, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (10/10/2026) sore sekitar pukul 16.52 WIB.
Dalam insiden tragis tersebut, tiga korban berhasil diselamatkan, sementara dua wisatawan lainnya dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, seluruh korban merupakan bagian dari rombongan wisatawan asal Bekasi dan sekitarnya.
Camat Ciracap, Rukman Taufik, mengonfirmasi bahwa tiga wisatawan yang selamat adalah SF (20), AK (16), dan FY (17). Usai dievakuasi ke daratan, ketiganya langsung mendapatkan penanganan intensif dari tim medis.
“Sementara dua wisatawan yang hingga saat ini belum ditemukan diketahui bernama MZ (18) dan Z (17),” ujar Rukman.
Rukman menjelaskan, peristiwa nahas itu bermula saat para korban sedang asyik berenang di tepi pantai. Tiba-tiba, ombak besar datang dan langsung menggulung serta menyeret tubuh mereka hingga terbawa arus ke tengah laut.
Menurutnya, kondisi gelombang di kawasan pantai selatan Sukabumi saat ini memang sedang mengalami peningkatan ekstrem akibat faktor peralihan cuaca (pancaroba). Situasi ini sangat rawan dan membahayakan keselamatan pengunjung, terutama bagi mereka yang memaksakan diri berenang.
“Untuk wilayah pantai selatan, saat ini terjadi peningkatan gelombang akibat peralihan cuaca sehingga rawan terjadi kecelakaan laut,” tambah Rukman.
Mengingat kawasan pantai selatan Sukabumi selalu menjadi destinasi favorit pelancong saat akhir pekan, pihak kecamatan meminta para pengunjung untuk melipatgandakan kewaspadaan. Wisatawan diwajibkan mematuhi rambu larangan serta imbauan petugas di lapangan agar tidak berenang saat gelombang sedang tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus diupayakan untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian guna menemukan kedua korban yang hilang. Perkembangan mengenai proses pencarian selanjutnya masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang. (*/Red)











