Breaking News

Banjir Rob di Pesisir Selatan Kab Sukabumi, Forkopimcam dan BPBD Lakukan Monitoring dan Penyisiran Lokasi Terdampak

Foto : istimewa

FOKUSMEDIANEWS.COM, GUKABUMI-Forkopimcam Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, di dampingi Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, bertindak cepat meninjau bencana gelombang pasang yang menerpa pesisir selatan Kabupaten Sukabumi, Selasa (12/3/24) malam.

Tim gabungan bergerak ke lokasi bencana untuk melakukan monitoring serta penyisiran. Penyisiran dimulai dari kampung cipatuguran RW 21 dan RW 20 Kelurahan Palabuanratu, kemudian di lanjutkan ke daerah Desa Citepus kampung wisata sampai masjid Istiqomah Rt. 03 Rw 03.

Tim monitoring dan penyisiran dikomandoi Camat Palabuanratu Deni Yudono, disertai Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena, Perwakilan dari Pos AL Palabuanratu, Kapolsek Palabuanratu Kompol Roni Haryanto, mewakili Danramil Palabuanratu Peltu Agus Sahli, Kasi Trantib Kecamatan Palabuanratu Yadi, lurah Palabuanratu Herdianan serta kades Citepus Koswara.

Baca Juga :   Meriahnya Penutupan FMP di ATS, Ada Terjun Payung Hingga Kolosal

“Kita monitoring ke dua lokasi, yakni di Cipatuguran, Kelurahan Palabuhanratu, dan Desa Citepus. Kita sudah lihat bersama bagaimana kondisinya. Itu akan menentukan langkah-langkah ke depannya,” ujar Camat Palabuanratu Deni Yudono.

Deni menambahkan, terdapat 157 jiwa dari 47 kepala keluarga terdampak bencana banjir rob akibat gelombang pasang di Cipatuguran. Sedangkan di Desa Citepus yang terdampak sebanyak 55 warung terdampak bencana tersebut.

“Saat ini, kami masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan dampak peristiwa ini. Kita sudah melakukan monitoring bersama BPBD Kabupaten Sukabumi, dan berkoordinasi dengan perangkat daerah lainnya seperti Satpol PP dan Dinas Pariwisata,” imbuhnya.

Baca Juga :   Respon Curhatan Masyarakat, Polres Sukabumi Amankan 30 Unit Kendaraan Sepeda Motor Berknalpot Bising

Sementara Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena menegaskan, pihaknya akan segera melakukan rapat dengan Forkopimcam Palabuhanratu. Langkah itu diambil untuk menyamakan persepsi perihal keputusan yang akan diambil dalam penanganan bencana tersebut.

“Kalau kita melihat Citepus memang lebih parah. Tapi di Cipatuguran juga sama-sama butuh penanganan. Langkahnya akan kita tentukan bersama pemerintah kecamatan nantinya.

Deden berpesan agar warga terus berhati-hati dan waspada, mengingat potensi bencana serupa masih ada. Hal itu terlihat dari tiupan angin dan gelombang yang terjadi, dimana sering menimbulkan pasang.

“Malam ini masih harus waspada. Karena angin masih kencang dan masih berpotensi gelombang pasang,” ujarnya.

Baca Juga :   Diduga Terlibat Kasus Prostitusi, 10 Orang di Kota Sukabumi Diamankan Polisi
Foto : istimewa

Berdasarkan data yang dihimpun awak media , 47 KK yang terdampak di Kelurahan Palabuhanratu berdomisili di RT 005 RW 20, RT 001 dan RT 002 RW 021, serta RT 001 RW 32.

Sementara di Desa Citepus, 55 warung dan hunian warga yang terdampak bahkan rusak parah terjadi di RW 03 Kampung Pantai Wisata. Di antaranya 16 di RT 01, 16 di RT 02, dan 23 di TR 16 dan RT 03.

Selesai dari lapangan Tim melakukan rapat koordinasi di Mapolsek Palabuanratu, guna membahas langkah-langkah yang harus di lakukan supaya secepatnya bisa mengatasi masalah yang terjadi. (*rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *