FOKUSMEDIANEWS.COM, KOTA SUKABUMI – Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar Seminar Nasional Pendidikan, dengan menghadirkan narasumber Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq. Kegiatan Seminar yang dirangkai dengan Launching Penerimaan Calon Mahasiswa baru (PCMB) UMMI dan gunting pita ‘UMMI Day Care’ dilaksanakan pada pada hari Senin (02/12/2024) di Auditorium Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Jalan R. Syamsudin SH, No. 50 Kota Sukabumi.
Wamendikdasmen, Dr. Fajar Riza Ul Haq, dalam paparannya membahas soal adanya disparitas mutu pendidikan dan adanya kesenjangan tingkat ekonomi masyarakat dalam mengakses pendidikan.
“Mulai sekarang coba hilangkan dikotomi pendidikan itu. Jangan lagi ada istilah negeri maupun swasta. Sekolah dimana pun sama saja, yang penting bisa menjaga mutu pendidikan,” papar alumnus MTs Yasti-Cisaat, angkatan ’92-’95 itu.
Walaupun baru satu bulan menjabat sebagai Wamen, Fajar yang juga anggota Badan Pembina Harian UMMI sekaligus Dosen Pasca Sarjana Ilmu Administrasi UMMI, sangat meyakini bisa menyelesaikan persoalan pendidikan yang dihadapi, asal mau bekerjasama.
“Kami percaya, meski persoalan pendidikan cukup berat, dengan kerja sama yang baik, kami dapat menyelesaikannya,” lanjut Fajar.

Fajar mengatakan persoalan pendidikan bisa diselesaikan dengan cara kolaborasi antar semua pihak, baik pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota maupun, peran masyarakat dan orangtua siswa.
“Penyelesaian persoalan pendidikan di Indonesia membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik dari pusat, daerah, hingga masyarakat,” ujarnya.
“Masih banyak perbedaan kualitas pendidikan antar wilayah. Jika ini dibiarkan terus berlarut-larut, maka kualitas sumber daya manusia Indonesia akan menjadi masalah serius di masa depan,” ucap Fajar.
Oleh karena itu, Fajar mengaku telah menyiapkan langkah nyata dengan 10 rancangan program yang berfokus pada pembangunan pendidikan, di antaranya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru dengan perhatian khusus kepada guru honorer yang belum tersertifikasi.
“Tahun depan (2025-red) kita sudah menyiapkan PPG untuk 800 ribu guru, untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” tegas Fajar.
Melalui program-program tersebut, pihaknya berharap kesejahteraan guru akan meningkat dan secara bertahap dan masalah pendidikan di Indonesia dapat teratasi dengan lebih baik.
“Kesejahteraan guru dan kompetensi berbasis sertifikasi adalah prioritas kami, dan kami akan menyelesaikan persoalan ini secara berkelanjutan,” ujar Fajar.
Hal yang tidak luput dari sorotan adalah terkait kesejahteraan guru-guru honorer yang belum tersertifikasi, di mana penghasilannya hanya Rp 250 ribu atau Rp 300 ribu.
“Bagaimana mereka bisa sejahtera. Nah itu juga sudah masuk di dalam radar kajian kami. Tentu secara bertahap kami ingin menyelesaikan dan berkelanjutan,” tutup Fajar dalam paparannya.

Rektor UMMI, Prof. Dr Reny Sukmawani, M.P mengungkapkan, kehadiran Wamendikdasmen ke kampusnya merupakan agenda kunjungan kerja (Kunker) yang sudah diagendakan jauh-jauh hari.
“Alhamdulillah, sebagaimana yang telah diagendakan sebelumnya, hari ini Pak Wamen bisa datang ke kampus UMMI untuk menjadi pembicara pada acara Seminar Nasional Pendidikan. Banyak masukan dan program yang telah beliau sampaikan tadi untuk menata dunia pendidikan, semoga bisa berjalan dengan baik dan secara bertahap bisa membenahi persoalan-persoalan yang masih ada,” ungkap Renny.
“Bagi kami, beliau (Wamendikdasmen-red) sudah merupakan bagian dari keluarga besar. Tadi selain menjadi narasumber Seminar Nasional Pendidikan, juga menghadiri Launching PCMB UMMI, sekaligus gunting pita UMMI Day Care, sebagai Taman Penitipan Anak dan Kelompok Bermain, yang merupakan Lab School PG PAUD UMMI,” pungkas Reny. (**)
Wartawan : Fitra Yudi











