Breaking News

FMPI Gelar Festival Ayam dan Telur 2024, Kolaborasi Turunkan Angka Stuting di Kota Bogor

Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari membagikan telur dalam acara Festival Ayam dan Telur (FAT) di Masjid Al Kahfi, Kiara Residence 005/004, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor (Foto : Diskominfo Kota Bogor)

FOKUSMEDIANEWS.COM, KOTA BOGOR – Pemkot Bogor terus berupaya menekan angka kasus stunting dengan berbagai program, diantaranya dengan membangun kolaborasi lintas sektoral. Salah satu seperti yang dilakukan oleh Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI).

FMPI bekerjasama Kecamatan Bogor Barat menyelenggarakan Festival Ayam dan Telur (FAT) 2024. Salah satu rangkaia dari kegiatan tersebut adalah pembagian Ayam dan Telur Teman Penting, di Masjid Al Kahfi, Kiara Residence 005/004, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (18/5/2024).

Pembagian ayam dan telur kepada anak-anak ini dilakukan secara simbolis Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari didampingi Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susandi.

Baca Juga :   Staf Ahli Wali Kota Sukabumi Diduga Lakukan Tipu Gelap Proyek Paskes Hewan, Kasusnya Ditangani Polisi

Pj Wali Kota Bogor menyatakan, sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas partisipasi Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) yang telah melaksanakan kegiatan secara berkesinambungan melalui kegiatan Festival Ayam dan Telur ( FAT). Hal ini penting dalam upaya penurunan angka stunting.

“FMPI secara rutin akan memberikan telur kepada 52 anak-anak balita yang terkena stunting di Kelurahan Curug Kecamatan Bogor Barat dengan jumlah 2 butir telur setiap harinya selama 3 bulan,” tuturnya.

Hery menambahkan, kasus stunting menjadi salah satu permasalahan kesehatan anak yang banyak terjadi di dunia, tak terkecuali di Indonesia, termasuk di Kota Bogor.

Baca Juga :   Komisi Informasi Provinsi Lakukan Penilaian Pelayanan PPID Kota Bogor
Foto : Diskominfo Kota Bogor

Pertumbuhan dan perkembangan anak yang terhambat ini, disebabkan beberapa faktor, seperti pola asuh, kurangnya asupan makanan bergizi dan kurangnya pemberian ASI eksklusif.  “Karenanya, stunting perlu segera ditangani karena dapat menghambat perkembangan fisik, mental dan kognitif anak,” ujarnya.

Hery menerangkan, pada Agustus 2023 lalu angka kasus stunting di Kota Bogor menunjukkan tren penurunan dari 2.300 kasus menjadi 1.400 kasus. Turunnya angka tersebut merupakan upaya yang luar biasa hasil kolaborasi dan kontribusi semua elemen di Kota Bogor.

“Saya optimis angka tersebut akan terus turun secara signifikan seiring dengan menurunnya prevalensi stunting di Kota Bogor yang ditargetkan mencapai 14 persen di tahun ini,” jelasnya.

Baca Juga :   AKBP Ari Setyawan Wibowo Pimpinan Polres Sukabumi Kota, Gantikan AKBP SY. Zainal Abdin

Pemberian telur ini nantinya akan dilakukan kader-kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kelurahan Curug setiap minggunya, termasuk akan memantau perkembangannya setiap hari dan melaporkan hasil pendampingannya setiap awal bulan. Tak hanya telur, setiap Rabu anak-anak stunting juga akan diberikan tempe berkat kerja sama dengan perusahaan Rumah Tempe AZAKI (RTA).

“Saya berharap program pemberian protein berupa telur dan tempat yang sudah berjalan secara kontinu ini dapat ditularkan di wilayah-wilayah lain di Kota Bogor, dengan harapan mempercepat mengurangi kasus stunting di Kota Bogor,”pungkas Hery. (*rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *