Breaking News

Menyongsong Indonesia Emas 2045: Gerakan Percepatan Penurunan Stunting jadi Krusial dan Penting

Sumber : Diskominfosan Kab Sukabumi

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Menyongsong Visi Indonesia Emas 2045, maka gerakan bersama untuk mempercepat penurunan stunting menjadi sangat krusial dan penting. Mengapa ?

Visi Indonesia Emas 2045 digagas oleh Kementerian Perencanaan Pembangunnan Nasional (PPN-Bappenas), diresmikan pada era Presiden Joko Widodo, tanggal 9 Mei 2019. Kemudian visi ini dilanjutkan di era Presiden Prabowo Subianto dengan memasukannya pada Asta Dekapan Misi Besar, yang menargetken Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045.

Untuk mewujudkan Indonesia Emas 20245 membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dalam aspek intelektual, keterampilan, karakter, berdaya saing global dan berkontribusi positif bagi bangsa. Maka perlu mempersiapkan generasi penerus yang unggul sejak dini. Peningkatan kesehatan dan kualitas SDM merupakan fondasi utama bagi kemajuan bangsa. 

Stunting, yaitu gangguan pertumbuhan pada anak yang diakibatkan kekurangan gizi kronis, ditandai dengan tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. kondisi ini terjadi terutama sejak janin hingga usia dua tahun. Stunting berdampak serius pada generasi penerus, terutama pada gangguan perkembangan otak, kecerdasan, dan masalah kesehatan jangka panjang. Dalam perkembangan anak menuju remaja dan dewasa, maka yang menderita stunting akan memiliki prestasi akademik yang rendah dan produktivitas eknomi yang menurun. Jadi dapat dikatakan, penanganan terhadap stunting menjadi krusial dan penting karena kita punya mimpi besar yaitu mewujudkan Indonesia Emas.

Pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Perpres ini sebagai payung hukum untuk mengoordinasikan dan memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia melalui kerangka kerja yang terstruktur.
Kini semua bergerak, dan harus terus bergerak, dari pusat hingga daerah, bahkan semua stakeholder besinergi dan berkolaborasi melakukan pencegahan serta penanggulangan stunting, dengan menjalankan program intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Upaya ini untuk mewujudkan target zero stunting, menghilangkan pertumbuhan kasus stunting dan menurunkan kasus stunting yang ada, sehingga tercipta generasi penerus yang berkualitas. Peningkatan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia sejak dini adalah fondasi utama bagi kemajuan bangsa.
Sumber: Diskominfosan Kab Sukabumi
Upaya Kabupaten Sukabumi dalam Percepatan Penurunan Stunting

Pemerintah Kabupaten (Pemkab Sukabumi) terus berusaha menekan angka stunting dengan berbagai program yang menyentuh lintas sektoral. Program berupa upaya preventif, promotif, intervensi sebelum kelahiran, pemantauan pertumbuhan anak, hingga memastikan pemenuhan gizi yang cukup sejak dini. Intervensi dini dilakukan dengan capaian target “zero stunting” artinya tidak ada lagi penambahan angka kasus stunting dikalangan anak-anak.

Baca Juga :   Masyarakat Antusias Menyaksikan Peresmian Alun-Alun Jampang Tengah

Wakil Bupati Sukabumi, H Andreas menegaskan, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral, tetapi memerlukan kerja kolaboratif dan berkesinambungan dari semua pihak.

“Stunting tidak hanya masalah pertumbuhan fisik, tetapi juga menyangkut perkembangan otak, daya tahan tubuh, dan kualitas hidup anak di masa depan. Jika tidak ditangani serius, hal ini bisa berdampak pada produktivitas dan kualitas SDM bangsa ke depan,” tegas wabup, pada acara Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 2025, di Hotel Augusta Cikukulu, Selasa (29/7/2025) lalu.

Baca Juga :   Serahkan Aset Untuk SMAN 5, Wali Kota Bogor Tegaskan Komitmen Terhadap Pendidikan

Ia menilai kegiatan koordinasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektoral dalam menangani stunting sangat penting dan strategis dalam menyatukan persepsi, memperkuat komitmen, serta menyelaraskan program-program intervensi spesifik dan sensitif.

Pada waktu yang lain, Wabup Andreas juga menyebutkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen menurunkan angka stunting melalui delapan aksi konvergensi sebagai strategi penanganan.

Wabup saat itu memaparkan delapan aksi konvergensi, yaitu: analisis situasi, pemetaan program dan kegiatan, rembuk stunting, sosialisasi peran desa dalam penanganan stunting, pembinaan keluarga penerima manfaat (KPM), sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi data stunting, serta exit meeting hasil audit.

Baca Juga :   Muhibah Ramadhan, Bupati Asep Japar Tekankan Pentingnya Sinergitas Untuk Percepatan Pembangunan

“Fokus kami adalah memastikan intervensi yang tepat, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, pendampingan anak balita, hingga perbaikan sanitasi lingkungan. Kami terbuka terhadap saran dan masukan, demi mewujudkan Kabupaten Sukabumi bebas stunting dan mencapai zero new stunting,” jelasnya, saat penilaian kerja Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Sukabumi Tahun 2025 oleh tim Jawa Barat, secara virtual, Rabu (13/8/2025) dari Gedung Negara Pendopo Sukabumi.

Ia juga menekankan pentingnya keakuratan data dan ketepatan sasaran program sebagai tantangan utama ke depan. Untuk itu, akan terus diperkuat koordinasi lintas sektor, dari tingkat kabupaten hingga desa, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dan kader posyandu.

Sumber: Diskominfosan Kab Sukabumi

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan zero stunting, menghilangkan pertumbuhan kasus stuntinng baru sambil menurunkan stunting yang sudah ada. Upaya ini dilakukan dengan menjalankan program yang tepat sasaran dan pendataan yang lebih baik. Capaian tahun 2024, penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Sukabumi mencapai 20,5 persen.

Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi terus dilakukan, dengan disertai pemantauan dan evaluasi capaian melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) di semua tingkatan. (*/Redaksi)