Breaking News

Wabup Sukabumi H Andreas: Penyelamatan Nyawa Adalah Prioritas, Sarana Damkar Harus Memadai

Foto bersama Wakiol Bupati Sukabumi H Andreas (tengah kemeja putih) dengan Kepala DPKP Kabupaten Sukabumi, Budianto (ke tiga dari kiri) dan jajaran usai pertemuan evaluasi kondisi lapangan dan rencana program kerja tahun anggaran 2026 di Pendopo Sukabumi. (Foto: Dok Diskominfosan)

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana yang layak bagi jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi. Hal ini terungkap dalam pertemuan evaluasi kondisi lapangan dan rencana program kerja tahun anggaran 2026 yang berlangsung di Pendopo Sukabumi.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala DPKP Kabupaten Sukabumi, Budianto, memaparkan realita tantangan yang dihadapi petugas di lapangan. Meski tetap bekerja maksimal, pihaknya mengakui adanya keterbatasan besar pada armada, Alat Pelindung Diri (APD), hingga peralatan penyelamatan standar.

Baca Juga :   Lautan Biru di Lapang Gumbira Nagrak Sukabumi: Bupati Bersama Ribuan Bobotoh Gelar Pesta Nobar Persib

“Sebagian besar armada mulai sering mengalami kendala teknis. Kami juga belum memiliki alat pengisi SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus) sendiri, serta kekurangan alat evakuasi untuk penanganan hewan seperti ular dan sarang tawon,” ungkap Budianto dalam pertemuan tersebut, Jumat (10/4/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kabid Pemadam Kebakaran, Erwin, menyoroti ketimpangan jumlah posko. Saat ini, Kabupaten Sukabumi hanya memiliki 12 posko untuk melayani 47 kecamatan. Idealnya, dibutuhkan 25 posko agar respon lebih cepat. Akibatnya, satu posko seperti di Palabuhanratu harus meng-cover hingga lima kecamatan sekaligus. Selain itu, DPKP juga masih membutuhkan tambahan sedikitnya 66 personel untuk mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Baca Juga :   Peringati Hari Juang TNI AD, Kodim 0607/KS Gelar Baksos Pembuatan Akte Kelahiran Bagi Warga Sukabumi

Merespons kondisi tersebut, Wakil Bupati H. Andreas memberikan instruksi khusus kepada BPKAD dan Bappelitbangda untuk memprioritaskan anggaran pelayanan dasar kemanusiaan pada perubahan anggaran mendatang.

“Ini tentang penyelamatan nyawa manusia, baik masyarakat maupun petugas kita. Keselamatan anggota adalah prioritas utama. Marwah pemerintah ada pada performa petugas di lapangan, termasuk identitas mereka melalui seragam yang layak,” tegas H. Andreas.

Baca Juga :   Pemkab Sukabumi Rumuskan Kebijakan Terkait Pengelolaan Sampah, Sanksi Berat Bagi Pelaku Usaha yang Melanggar

Di sisi lain, meski di tengah keterbatasan, DPKP terus berinovasi dalam pelayanan publik melalui dua layanan digital unggulan, yaitu Damkar Cermat (Sistem pengaduan masyarakat secara real-time) dan Fire Visit (Layanan penjadwalan edukasi pemadaman bagi sekolah dan instansi).

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan penyelamatan di Kabupaten Sukabumi guna mewujudkan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)