BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor serius menggarap proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), guna mewujudkan kota ramah lingkungan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menegaskan bahwa stigma negatif sampah sebagai sumber polusi akan diubah menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Selama ini sampah identik dengan polusi dan bau. Namun, melalui PSEL, prosesnya dipastikan tidak menimbulkan limbah maupun asap,” ujar Denny saat membuka sosialisasi PSEL di Paseban Sri Bima, Kamis (23/4/2026).
Langkah ini diambil mengingat volume sampah Kota Bogor yang kini mencapai 750 ton per hari dan diprediksi terus meningkat. Dengan keterbatasan lahan TPA, inovasi teknologi menjadi harga mati. Pemkot Bogor pun telah merencanakan pembangunan dua fasilitas PSEL besar: di Galuga (kapasitas 1.500 ton/hari) dan Kayumanis (kapasitas 1.000 ton/hari).
Denny menambahkan, proyek ini merupakan implementasi dari Perpres Nomor 109 Tahun 2025. Ke depan, edukasi akan terus digencarkan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan DPRD guna memastikan warga paham akan manfaat besar dari transformasi sampah menjadi energi terbarukan ini. (*)











