Breaking News

Danendra, Mahasiswa dengan Segudang Prestasi

Danendra Hideakira Palaina Nayottama mahasiswa Sekolah Bisnis IPB dan Fakultas Hukum Universitas Pakuan yang memiliki capaian prestasi membanggakan (Sumber : Dokumen Pribadi)

Oleh  : Mayva Eka Wulandary

FOKUSMEDIANEWS.COM, BOGOR – Danendra Hideakira Palaina Nayottama seorang laki-laki kelahiran Bogor pada tahun 2002. Pria yang akrab dipanggil Danendra sedang menempuh pendidikan di Sekolah Bisnis IPB dan Fakultas Hukum Universitas Pakuan. Saat ini ia sedang menempuh kuliahnya di tahun ketiga di Sekolah Bisnis dan tahun kedua di Universitas Pakuan.

Danendra adalah mahasiswa yang sangat aktif di berbagai kegiatan kampus. Tahun pertama kuliah ia aktif dalam organisasi kampus. Dia tergabung dalam organisasi BEM KM IPB dan menjadi bagian dari Departemen Akademik dan Prestasi. Selain aktif di organisasi kampus, ia juga cukup aktif mengikuti kegiatan di luar kampus salah satunya terpilih menjadi staff ahlli MUN Conference.

Danendra yang sudah memasuki tahun ke-2 mulai aktif dalam kegiatan yang ada di Sekolah Bisnis. Dia menjabat sebagai Ketua Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM SB IPB. Tak hanya itu, prestasi Danendra semakin berkembang, ia saat ini dipercaya sebagai Vice President di MUN (Model United Nations).

Prestasi Apa Saja sih yang dimiliki Danendra ?

Masa-masa kuliah merupakan masa dimana kita dapat mencari pengalaman sebanyak banyaknya. Namun menurut Danendra bukan sekedar mengejar activity goals (tujuan kegiatan-red). “Bukan hanya activity goals saja yang harus dilakukan, tapi harus balance dengan prestasi lainnya,” ujar Danendra saat berbincang dengan penulis via aplikasi zoom, Minggu (11/2/2024).

Ia memulai perjalanannya dengan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). PKM-K merupakan Pekan Kreativitas Mahasiswa yang berfokus pada bidang Kewirausahaan. Aktivitas ini menuntut mahasiswa untuk berinovasi produk-produk baru yang dapat berguna bagi masyarakat.

Baca Juga :   Hari Pertama Bertugas, Pj Wali Kota Bogor Pimpin Briefing Staff dan Para Kepala Perangkat Daerah

“Waktu mengikuti program PKM-K itu kami membuat produk berupa energi terbarukan. Yaitu mengelola limbah menjadi biomassa yang sifatnya ramah lingkungan. Ide dan kreativitas kami membuahkan hasil dan lolos menjadi juara 2 umum di ajang PIMNAS 36 (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke-36, red) yang diadakan di Universitas Padjajaran,” ungkapnya.

PIMNAS membawa keberuntungan baginya, karena ia diajak dan ditawarkan oleh alumni IPB untuk bergabung bersama Science Techno Park. Hal tersebut karena yang dibawakan Danendra saat PKM itu sejalan dengan inovasi produk yang dikembangkan pabrik tersebut, hanya saja berbeda bahan dasarnya.

Selain itu, Danendra juga bergabung bersama inkubasi Kementerian Koperasi dan UMKM, dimana terpilih menjadi Startup yang didanai oleh perusahaan Korea sebesar 7.000 USD. Kegiatan lainnya yang membuahkan prestasi yaitu menjadi 1st Group Winner in the Aquafest Student Conference by the Aquaculture Student Association in Collaboration with the U.S. Embassy at @america.

Prestasi-prestasi yang diraih tentunya memiliki tantangannya masing-masing sesuai dengan porsinya. Contoh saja seperti PIMNAS, ketika mengikuti ajang itu tentu banyak hal yang harus dipikirkan mulai dari bagaimana menciptakann inovasi produk baru yang dibutuhkan masyarakat.

“Contoh lain ketika menjadi Delegates, tantanganya adalah harus bisa menguasai kemampuan Bahasa Inggris dan mengetahui isu-isu dari negara lain yang sedang bermasalah. Selain itu, penyatuan visi antar anggota kelompok juga menjadi tantangan karena itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan,” jelas Danendra.

Baca Juga :   BPS Jangkau Tuna Wisma Dalam Regsosek 2022
Danendra Hideakira Palaina Nayottama (Sumber : Dokumen Pribadi)

Bagaimana Cara Membagi Waktunya ?

Prestasi dan kegiatan kampus yang begitu banyak tidak membuat akademiknya menurun. Justru hal tersebut membuat Danendra semakin tertantang dan memutuskan untuk mengikuti double degree (gelar sarjana ganda dalam satu periode studi) di Fakultas Hukum Universitas Pakuan. Ia mengambil double degree di tahun ke-2 ketika sedang menjalankan kuliah di SB IPB.

“Pengetahuan hukum menjadi concern untuk menjadi seorang pebisnis, walaupun sebenarnya seorang pebisnis dapat menyewa law consultant. Apalagi jika kita memiliki goals industri yang tinggi akan sangat berbahaya kalau kita gak tau aturan atau hukumnya,” ucapnya kepada penulis.

Hal itu menjadi alasan mengapa dia mengambil double degree. Selain itu, karena ibunya sangat ingin memiliki anak pebisnis dan dibalut dengan background keluarga hukum, membuat dia semakin mantap untuk mengambil double degree di Fakultas Hukum. Keputusan mengambil double degree sudah dipikirkan secara matang olehnya. Dia mengambil kuliah non-reguler yang dilaksanakan malam hari dan full day di hari Sabtu.

“Sejauh ini saya juga dapat membagi waktu dengan baik. Karena menurut saya, membagi waktu itu adalah bagaimana kita dapat memprioritaskan mana yang lebih urgen didahulukan,” sambungnya.

Apa yang Memotivasi Danendra ?

Apa yang sudah dicapai saat ini tentunya hal yang sangat membanggakan. Namun semua capaian itu melalui kerja keras dibarengi dengan motivasi tinggi serta memanfaatkan peluang dan pengalaman.

Baca Juga :   Fungsikan Kembali Sejumlah Jalan Raya, Pemkot Sukabumi Lakukan Penertiban PKL

“Yang menjadi motivasi saya adalah keyakinan bahwa kita harus menjadi pribadi yang berlian. Berlian ditempatkan dimana aja ya tetap berlian. Hal itu yang membuat saya menjadi proaktif untuk masa depan,” ungkap Danendra.

Danendra juga mengaku sangat mengagumi Soekarno. Menurutnya, Soekarno adalah sosok hebat yang hidup di zaman penjajahan dan memiliki tanggungan yang sangat berat. “Bayangkan saja, seorang Soekarno yang saat itu menjadi pemimpin pertama di negara ini harus bisa mengumpulkan orang-orang untuk menjadi satu negara Indonesia di tengah konflik yang terjadi dimana-mana,” katanya.

Danendra berpesan kepada sesama mahasiswa untuk selalu bisa berkarya dan jangan ragu untuk mengikuti lomba atau kegiatan yang bermanfaat. Namun, jika ingin mengikutinya harus mengetahui dulu output seperti apa yang mau didapatkan ? Jangan ikut hanya karena fomo.

“Selain itu, jangan terlalu sering membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain karena itu tidak apple to apple. Jika kamu terus-terusan membanding-bandingkan, tidak akan berakhir. Masing-masing individu memiliki rezeki dan lucky-nya masing-masing. Mulailah dengan melakukan sesuatu dengan mengetahui dasarnya apa, se-simple kita memiliki goals itu dapat menjadi motivasi untuk diri kamu sendiri,” tutup Danendra. (***)

Penulis : Mayva Eka Wulandary (Mahasiswa aktif Sekolah Vokasi IPB Program Studi Komunikasi Digital dan Media semester 4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *