Peluang emas ini terungkap dalam pertemuan strategis antara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, bersama pengurus Rumah Bonsai (Rubi) Cabang Sukabumi di Pendopo Sukabumi, Rabu (22/7/2026). Komoditas estetis ini dinilai bukan lagi sekadar hobi, melainkan sektor ekonomi menjanjikan yang siap menembus pasar global.
Ketua Rubi Cabang Sukabumi, Wahyu Kurniawan, mengungkapkan bahwa kualitas produk dan keahlian para perajin bonsai di Sukabumi sudah diakui secara luas. Tingginya standar estetika bonsai lokal bahkan telah memicu ketertarikan dari para kolektor mancanegara.
“Kualitas bonsai Sukabumi sangat bagus, bahkan saat ini sudah ada permintaan resmi dari luar negeri,” ujar Wahyu.
Melihat ceruk pasar yang besar tersebut, Rubi Sukabumi berkomitmen mendongkrak posisi daerah agar mampu menjadi barometer dan kiblat industri bonsai nasional.
Sebagai langkah awal akselerasi, sebuah festival bonsai skala regional bersiap digelar di Kecamatan Jampangtengah dalam waktu dekat. Acara ini dirancang untuk mempertemukan para pencinta, perajin, dan investor bonsai dari berbagai wilayah di Indonesia.

Tidak sekadar pameran, penasehat Rubi Cabang Sukabumi, Zazuli, menambahkan bahwa pihaknya sedang menyusun cetak biru (blueprint) jangka panjang untuk penguatan edukasi.
“Kami sedang merencanakan pembuatan buku panduan bonsai Sukabumi. Selain itu, kami berharap dapat membangun Bonsai Center yang nantinya berfungsi sebagai pusat pendidikan sekaligus galeri pameran permanen,” jelas Zazuli.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi merespons cepat potensi ekonomi kreatif ini. Sekda H. Ade Suryaman menginstruksikan agar festival bonsai tersebut langsung diintegrasikan ke dalam kalender perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) yang berlangsung sepanjang Agustus hingga September.
“Gagasan dari Rubi ini sangat linier dengan upaya Pemkab dalam mengangkat potensi lokal. Oleh karena itu, kita gabungkan event ini ke dalam rangkaian HJKS agar dampaknya lebih meriah dan luas,” tegas Ade Suryaman.
Integrasi ini diharapkan mampu memberikan panggung yang lebih besar bagi para perajin lokal untuk memamerkan karya terbaik mereka di puncak perayaan HJKS pada 10 September mendatang. Kolaborasi sinergis antara komunitas dan pemangku kebijakan ini diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru serta memperkuat identitas Sukabumi sebagai pusat tanaman hias bernilai tinggi. (*)











