FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi kini membidik sektor ekonomi kreatif (ekraf) sebagai motor baru penggerak roda perekonomian daerah. Langkah ini dilakukan dengan memaksimalkan peran anak-anak muda inovatif yang tergabung dalam Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Sukabumi untuk membangun ekosistem digital bagi para pelaku usaha lokal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menegaskan bahwa KEK memiliki energi besar untuk membawa perubahan. Pemkab Sukabumi menantang komite ini untuk tidak hanya sukses menggelar acara seremoni, tetapi juga menciptakan kolaborasi lintas sektor yang berdampak jangka panjang.
“Di dalam KEK ini mayoritas diisi oleh anak-anak muda yang pasti memiliki inovasi luar biasa. Kami menantang mereka untuk menjalin kolaborasi sepuas-puasnya dengan berbagai pihak. Tujuannya satu, demi bertumbuhnya ekonomi kreatif yang nyata di Kabupaten Sukabumi,” ujar Ade Suryaman usai audiensi di Pendopo Sukabumi, Rabu (22/7/2026).
Ade menambahkan, rekam jejak KEK sejak dikukuhkan oleh Bupati terbukti sangat aktif. Berbagai agenda besar Pemkab Sukabumi berhasil bertransformasi menjadi lebih segar dan sukses berkat sentuhan ide-ide kreatif dari komite tersebut. Salah satu target terdekat adalah mengemas rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 agar berdampak langsung pada omzet perajin dan pelaku seni lokal.

Sementara itu, Ketua KEK Kabupaten Sukabumi, Iwan Sunarya, menyambut baik tantangan tersebut. Menurutnya, pondasi utama yang sedang dibangun oleh KEK saat ini adalah penguatan basis data digital untuk memetakan kekuatan ekonomi kreatif di wilayah Sukabumi.
“Tugas utama kami adalah merumuskan dan membuat program strategis. Saat ini, sekitar 1.500 pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Sukabumi telah berhasil kami data dan masuk ke dalam pusat integrasi kami,” ungkap Iwan.
Iwan menjelaskan, data ribuan pelaku ekraf ini akan menjadi modal penting bagi pemerintah dalam menyalurkan program bantuan, pelatihan, hingga fasilitasi promosi ke tingkat nasional maupun internasional.
“Melalui validasi data ini, kami bisa merancang event promosi yang tepat sasaran. Jadi, setiap kegiatan yang kami buat bersama Pemkab Sukabumi ke depan tidak sekadar ramai penonton, tetapi benar-benar membuka pasar baru bagi produk lokal Sukabumi,” pungkasnya. (*)











