Breaking News

Tangkal Ancaman Siber, Relawan Perisai Prabowo Gelar Diskusi “Menjaga Demokrasi dan Keamanan Data”

Foto : Dokumentasi SMSI Pusat

FOKUSMEDIANEWS.COM, JAKARTA – Kebocoran data yang terjadi beberapa waktu lalu telah mengganggu kepercayaan khalayak terhadap keamanan data. Guna menyikapi hal itu, Relawan Perisai Prabowo menggelar diskusi dengan tajuk “Relawan Perisai Vs Ancaman Siber: Menjaga Demokrasi dan Keamanan Data yang bertempat di Kantor SMSI Pusat Jalan Veteran II Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (05/07).

Dalam kesempatan tersebut, Sekjend Relawan Perisai Prabowo, Jojon Novandri mengatakan Indonesia kini dihadapkan pada berbagai jenis ancaman siber, termasuk serangan malware, phishing, dan disinformasi. Serangan-serangan ini tidak hanya mengancam keamanan data pribadi dan organisasi, tetapi juga berdampak signifikan terhadap stabilitas demokrasi.

Baca Juga :   KH. Ma’ruf Amin Pimpin Dewan Penasehat SMSI, Dukung Penguatan Media Siber Nasional dan HPN 2026 di Banten

“Ancaman siber ini dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dan mengganggu proses demokrasi yang sehat,” ujarnya.

Jojon juga menambahkan, generasi milenial, khususnya yang tergabung dalam Relawan Perisai Prabowo, memiliki peran penting dalam menjaga keamanan data. Mereka didorong untuk lebih kritis dan tanggap terhadap informasi yang diterima di media menghindari bahaya siber.

Baca Juga :   Indonesia dan Belanda Sepakat Perangi Kejahatan Transnasional

“Milenial adalah agen perubahan. Kami percaya mereka memiliki potensi besar untuk menjadi penjaga keamanan data di era digital,” tambah pria yang akrab disapa Jojon itu.

Foto : Dokumentasi SMSI Pusat

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum SMSI, Firdaus menjelaskan, ancaman kebocoran data telah menjadi perhatian serius pengusaha media online, hampir tiap hari anggota SMSI mendapat serangan siber hanya saja hal tersebut mampu ditanggulangi.

Baca Juga :   Meraih Berkah Bulan Ramadhan, SMSI Sukabumi Raya Berbagi Ratusan Takjil

“Serangan siber adalah keniscayaan, tinggal pemerintah serius tidak menanggulanginya,” terangnya.

Diakhir diskusi, SMSI berharap kepada Relawan Perisai Prabowo untuk membentuk tim yang bekerja secara masif untuk menjadikan minimal 100.000 kader perisai yang tersebar mulai dari kecamatan hingga kabupaten/kota diseluruh Indonesia, untuk dididik menjadi pasukan siber, untuk dapat menangkal ancaman maupun serangan siber. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *