Breaking News

Sekda Pemkot Bogor Tekankan Data dan Pemetaan PBB-P2 Harus Terus Diupdate

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah (Foto : Diskominfo Pemkot Bogor).

FOKUSMEDIANEWS.COM, KOTA BOGOR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor menggelar Workshop Pemeliharaan Basis Data dan Pemetaan PBB-P2 di Citra Cikopo Hotel, Jalan Arion, Leuwimalang, Cisarua, Kabupaten Bogor 2 dan 3 Februari 2023.

Saat membuka acara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah menekankan bahwa data harus selalu dipelihara dan sering di update karena salah satunya untuk peningkatan pendapatan selain untuk kepastian hukum, membantu penagihan PBB-P2 yang masih terhutang.

Selain itu juga sebagai informasi literasi digitalisasi untuk warga yang akan mengurangi penggunaan kertas kemudian percepatan penyampaian data-data.

Sebagai aparatur, Syarifah menilai tidak cukup hanya membangun aplikasi atau sistem, tetapi juga berkewajiban untuk mendidik masyarakat agar membiasakan budaya digitalisasi.

Foto : Diskominfo Pemkot Bogor

Untuk pemeliharaan data PBB-P2, Syarifah berharap data yang dimiliki merupakan data yang benar dan mampu mengurangi kasus yang mungkin terjadi, selain mendapatkan kepastian serta untuk meningkatkan pendapatan.

Baca Juga :   Bimtek Tata Kelola dan Pelaporan Dana BOSP, Wakil Wali Kota Bogor Ingatkan Harus Sesuai Aturan

“Dari empat kecamatan yang hadir semoga data-datanya sudah terbentuk, terpelihara dan sudah di update,” ujar Sekda, Rabu (1/3/2023).

Sebelumnya, Sekretaris Bapenda Kota Bogor, Lia Kania Dewi menerangkan, pelaksanaan workshop ditujukan untuk memberikan pemberitahuan terkait pemeliharaan basis data dan pemetaan PBB-P2 kepada aparat wilayah.

Saat ini Pemkot Bogor sedang memberikan diskon pembayaran PBB-P2 bagi masyarakat, mulai 15 persen pada 13 Februari hingga 12 Maret, selanjutnya 10 persen mulai 13 Maret hingga 12 April dan 5 persen pada 13 April sampai dengan 12 Mei. Diskon ini dimaksudkan untuk mempercepat pembayaran dengan harapan kas daerah bisa terisi lebih awal.

Baca Juga :   Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mak Ceuce, 27 Adegan Dipragakan Tersangka Maupun Saksi

Lia menyampaikan, pelaksanaan PBB-P2 tahun 2023 mengalami penyesuaian NJOP. Untuk itu aparatur wilayah diharapkan menyampaikan edukasi dan komunikasi kepada masyarakat agar mendapat penjelasan dengan kenaikan maksimum sebesar 30 persen.

Foto : Diskominfo Pemkot Bogor

Sementara untuk aparatur wilayah diharapkan bisa menginformasikan kepada masyarakat agar memanfaatkan periode diskon tersebut.

Khusus diskon hanya bisa dilakukan bagi masyarakat yang sudah mendaftar melalui elektronik SPPT atau e SPPT.

Selanjutnya Lia melaporkan, untuk target PBB-P2 pada tahun 2022 sebesar Rp 155 miliar dengan realisasi Rp 164 miliar atau 104 persen. Capaian ini berkat kerja keras para camat dan lurah di wilayah sebagai ujung tombak.

Adapun capaian terbesar diraih Kelurahan Cibuluh untuk kecamatan Bogor Utara, Kelurahan Tajur Kecamatan Bogor Timur, Kelurahan Kertamaya dari Kecamatan Bogor Selatan, Kelurahan Margajaya dari Kecamatan Bogor Barat, Kelurahan Paledang dari Kecamatan Bogor Tengah dan Kelurahan Kebon Pedes dari Kecamatan Tanah Sareal.

Baca Juga :   Bupati Sukabumi : Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan 1445

“Target 2023 PAD Kota Bogor ditargetkan Rp 1,3 triliun,” kata Lia.

Asisten Pemerintahan Setda Kota Bogor, Irwan Riyanto menjelaskan fungsi pemerintahan kepada seluruh peserta, mulai dari pelayanan, pembangunan, pemberdayaan dan tata kelola pemerintahan atau pengaturan.

Turut hadir Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Bogor, Hidayatullah. Adapun para peserta workshop terdiri dari para camat di Kota Bogor dan para lurah dari kecamatan Bogor Tengah, Bogor Utara, Tanah Sareal dan Bogor Timur, petugas pendata dan penilai Bapenda Kota Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *