Breaking News

Ritual Wajib Mitigasi, BPBD Kabupaten Sukabumi Bunyikan Sirine Peringatan Tiap Tanggal 26

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Suara sirine yang menggema di kawasan pesisir selatan Sukabumi pada Selasa (26/5/2026) pukul 10.00 WIB sempat menarik perhatian warga. Namun, masyarakat diimbau untuk tidak panik. Suara tersebut merupakan bagian dari uji coba rutin sistem peringatan dini tsunami yang dipantau langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.

Melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), aktivasi sirine ini menyasar beberapa titik vital di sepanjang pantai. Mulai dari Kelurahan Palabuhanratu, Dermaga PPN Palabuhanratu, Gedung Pusat GIC, Kantor Balawista, hingga Pantai Loji di Kecamatan Simpenan.

Baca Juga :   Menteri Risma Kunjungi Korban Longsor Sukabumi, Terkesan dengan Trauma Healing Polres Sukabumi

Manager Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng, menjelaskan bahwa bunyi sirine setiap tanggal 26 adalah “ritual wajib” mitigasi. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh infrastruktur penyelamat bekerja optimal tanpa kendala teknis.

“Rutin aktivasi ini dilakukan untuk mengecek apakah alat berfungsi atau tidak. Aktivasi tetap dilakukan di Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi setiap tanggal 26 setiap bulannya,” jelas Daeng.

Baca Juga :   Lantik 67 PNS, Bupati Sukabumi : Jadilah Pemimpin Handal dan Profesional dalam Menerapkan Prinsip Pemerintahan

Agar tidak memicu alarm palsu di tengah masyarakat, BPBD telah bergerak cepat melakukan koordinasi sebelum tombol sirine ditekan. Informasi simulasi ini disebarkan luas kepada dinas teknis, TNI/Polri, hingga relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) di wilayah Palabuhanratu dan Loji Simpenan.

Sinergi ini terbukti ampuh membuat warga tetap tenang dan memahami bahwa suara tersebut adalah bagian dari latihan kesiapsiagaan, bukan ancaman nyata.

Baca Juga :   Paguyuban UKM Desa Pasirhalang Kecamatan Sukaraja Gelar Raker, Bahas Inovasi dan Daya Saing Produk

Mengingat wilayah pesisir selatan Sukabumi memiliki riwayat potensi gempa dan tsunami, kesiapan alat peringatan dini menjadi harga mati. Daeng berharap lewat edukasi berkala ini, naluri penyelamatan diri masyarakat semakin terasah saat menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan siaga terhadap potensi-potensi bencana di sekitar kita,” pungkas Daeng.(*)