FOKUSMEDIANEWS.COM, BOGOR – Dosen ahli dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) FEMA IPB University, Dr. Ir. Istiqlaliyah Muflikhati, M.Si., menekankan bahwa nilai anak dalam keluarga sangat memengaruhi cara orang tua membesarkan anak-anak mereka. Anak yang dipandang sebagai aset masa depan cenderung mendapatkan perhatian, dukungan emosional, serta investasi pendidikan dan kesehatan yang lebih optimal.
Hal itu disampaikan Istiqlaliyah Muflikhati, saat menjadi pemeteri pada lanjutan kegiatan Training of Trainer (ToT) Sekolah Keluarga Berkualitas (SKB) 2025, Selasa (17/6/2025) di Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University. Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) bekerja sama dengan IKK FEMA IPB University. Program SKB ini diselenggarakan oleh , sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas fasilitator dalam membina keluarga di tingkat akar rumput.
Dr. Ir. Istiqlaliyah Muflikhati, M.Si., menyampaikan materi penting bertajuk Parental Investment untuk Meningkatkan Kualitas Anak. “Parental investment bukan hanya soal biaya, tetapi juga waktu, kasih sayang, perhatian, serta komunikasi berkualitas antara orang tua dan anak. Semua itu sangat menentukan kualitas anak dalam jangka panjang,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa banyak orang tua belum menyadari bahwa tindakan kecil seperti mendengarkan anak bercerita atau membacakan buku sebelum tidur merupakan bentuk investasi yang sangat berarti. “Jika orang tua hanya fokus pada aspek materi, mereka sering lupa bahwa kedekatan emosional jauh lebih berpengaruh terhadap perkembangan psikososial anak,” ujarnya.
Sesi ini disambut antusias oleh para fasilitator, yang aktif berdiskusi dan merefleksikan situasi keluarga binaan mereka. Banyak peserta mengungkapkan bahwa pemahaman tentang parental investment membuka wawasan baru untuk merancang pendekatan yang lebih menyeluruh saat mendampingi keluarga.
Melalui pelatihan ini, DPMA dan IKK IPB berharap para fasilitator mampu menjadi motor perubahan dalam membangun generasi berkualitas, dimulai dari rumah. “Kalau kita ingin Indonesia Emas 2045 benar-benar terwujud, maka investasi itu harus dimulai dari keluarga,” tutup Dr. Istiqlaliyah dengan penuh semangat. (*/Red)











