FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Nilai-nilai Pancasila dinilai perlu terus diperkuat di tengah masyarakat, bukan sekadar dipahami secara teori, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman, saat menghadiri Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Rumah Marhaen, Desa Padajaya, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Banten III, Yulius Setiarto. Hadir pula Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, A.Ak., Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi Raden, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PDI Perjuangan Dapil VI Anang Janur, kader PDI Perjuangan, komunitas Bengkers, serta sejumlah undangan lainnya.
Paoji mengatakan, sosialisasi Empat Pilar merupakan bagian penting dari upaya menjaga sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat terhadap dasar dan ideologi bangsa.
Menurutnya, Pancasila tidak boleh berhenti sebatas slogan yang diucapkan, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Tadi sudah disampaikan bahwa kita harus sadar diri, Pancasila bukan hanya ditanam di mulut, tetapi harus dengan hati. Perilaku kita sehari-hari harus berpedoman kepada Pancasila,” kata Paoji.
Ia menilai masyarakat di wilayah Jampangkulon telah memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai nilai-nilai kebangsaan. Hal itu, menurutnya, menjadi modal penting dalam menjaga persatuan di tengah berbagai perubahan zaman.
“Alhamdulillah masyarakat di sini, baik petani maupun yang lainnya, sudah memahami betul. Mereka sudah mengenal Pancasila, NKRI, termasuk Garuda Pancasila. Ini salah satu yang sangat kami apresiasi,” ujarnya.
Paoji juga mendorong agar pendidikan mengenai Pancasila dan ideologi kebangsaan terus diperkuat, khususnya kepada generasi muda. Ia mengingat kembali pentingnya pendidikan nilai-nilai Pancasila yang dahulu pernah dilakukan secara lebih intensif melalui program P4.
“Dulu di sekolah ada P4. Kalau sekarang, kenapa tidak pendidikan Pancasila atau ideologi Pancasila terus diperkuat? Ini harus menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.
Menurut Paoji, pemerintah daerah juga dapat mengambil peran lebih besar dalam penguatan ideologi Pancasila melalui berbagai program yang didukung anggaran daerah.
“Kalau misalnya di kabupaten menggunakan anggaran APBD untuk sosialisasi ideologi Pancasila, sebetulnya ini juga bisa dilakukan. Karena pendidikan dan penguatan ideologi Pancasila bukan hanya tugas satu pihak, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Di sisi lain, Paoji berharap keberadaan anggota DPR RI dan jajaran DPP PDI Perjuangan di Sukabumi dapat semakin sering dirasakan masyarakat. Menurutnya, kegiatan turun ke daerah bukan hanya berkaitan dengan agenda politik, tetapi juga menjadi sarana konsolidasi sekaligus mendengarkan langsung aspirasi masyarakat.
“Sebetulnya salah satu kewajiban kita itu harus turun ke masyarakat. Alhamdulillah, kami buktikan bahwa mereka turun ke Sukabumi untuk konsolidasi partai dan masyarakat,” katanya.
Ia pun berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi dengan melibatkan anggota DPR RI maupun jajaran partai.
“Kenapa tidak anggota DPR yang lain juga, dari Aceh atau dari daerah lainnya, yang punya DPR di pusat bisa turun ke Kabupaten Sukabumi. Ini supaya masyarakat juga merasakan kehadiran wakil-wakilnya,” tambah Paoji.
Paoji menegaskan, penguatan nilai-nilai kebangsaan harus terus dilakukan agar Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat.
“Harapannya, Empat Pilar ini bukan hanya kegiatan seremonial. Tetapi menjadi momentum agar masyarakat semakin memahami dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
(*/Red)











