FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Penemuan tengkorak dan tulang-belulang manusia menggegerkan warga di kawasan perkebunan Kampung Tangsel, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi.
Temuan tersebut terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, tepatnya di aliran Sungai Cikole yang berada di kawasan perbukitan.
Informasi dihimpun, tengkorak dan tulang-belulang itu pertama kali ditemukan oleh warga bernama Epul (32). Saat berada di sekitar aliran sungai yang dalam kondisi kering, saksi melihat adanya bagian tubuh manusia yang telah berupa tengkorak dan tulang-belulang.
Saksi kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada pihak desa. Informasi selanjutnya diteruskan kepada jajaran Polsek Sukalarang.
Petugas kepolisian yang mendatangi lokasi langsung melakukan pengecekan dan mengamankan area penemuan. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan untuk membantu mengungkap identitas korban.
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, mengatakan identitas korban hingga kini belum diketahui.
“Benar, kami menerima laporan terkait penemuan tengkorak dan tulang-belulang manusia di wilayah Sukalarang. Petugas sudah mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan awal serta meminta keterangan dari sejumlah saksi,” ujar Ade, Senin (28/9/2026).
Dari keterangan salah seorang saksi, sekitar tiga bulan sebelum penemuan, sempat terlihat seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan jiwa berkeliaran di sekitar perkebunan warga.
Perempuan tersebut disebut beberapa kali mendatangi para petani untuk meminta makanan. Namun, setelah kurang lebih satu minggu, keberadaannya tidak lagi diketahui.
“Memang ada keterangan saksi yang sebelumnya sempat melihat seorang perempuan di sekitar lokasi sekitar tiga bulan lalu. Namun, untuk memastikan apakah kerangka yang ditemukan merupakan perempuan tersebut, masih diperlukan proses identifikasi,” jelasnya.
Ade menegaskan, polisi belum dapat memastikan identitas maupun penyebab kematian dari kerangka yang ditemukan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan kepastian.
“Untuk identitas korban dan penyebab kematiannya masih dalam proses. Kerangka tersebut sudah dibawa ke RSUD R. Syamsudin Kota Sukabumi untuk pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut,” katanya.
Polisi juga masih mengumpulkan informasi dari masyarakat sekitar guna mencari kemungkinan adanya laporan orang hilang yang berkaitan dengan temuan tersebut.
Petugas Polsek Sukalarang telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari mendatangi dan mengamankan TKP, meminta keterangan saksi, membuat laporan serta dokumentasi, hingga mengevakuasi kerangka ke rumah sakit.
Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap identitas korban dan kronologi di balik penemuan tersebut.
Sumber : Humas Polres Sukabumi Kota
Caption : pihak kepolisian dan warga saat berada di lokasi penemuan tengkorak
SUKABUMI – Penemuan tengkorak dan tulang-belulang manusia menggegerkan warga di kawasan perkebunan Kampung Tangsel, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi.
Temuan tersebut terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, tepatnya di aliran Sungai Cikole yang berada di kawasan perbukitan.
Informasi dihimpun, tengkorak dan tulang-belulang itu pertama kali ditemukan oleh warga bernama Epul (32). Saat berada di sekitar aliran sungai yang dalam kondisi kering, saksi melihat adanya bagian tubuh manusia yang telah berupa tengkorak dan tulang-belulang.
Saksi kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada pihak desa. Informasi selanjutnya diteruskan kepada jajaran Polsek Sukalarang.
Petugas kepolisian yang mendatangi lokasi langsung melakukan pengecekan dan mengamankan area penemuan. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan untuk membantu mengungkap identitas korban.
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, mengatakan identitas korban hingga kini belum diketahui.
“Benar, kami menerima laporan terkait penemuan tengkorak dan tulang-belulang manusia di wilayah Sukalarang. Petugas sudah mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan awal serta meminta keterangan dari sejumlah saksi,” ujar Ade, Senin (28/9/2026).
Dari keterangan salah seorang saksi, sekitar tiga bulan sebelum penemuan, sempat terlihat seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan jiwa berkeliaran di sekitar perkebunan warga.
Perempuan tersebut disebut beberapa kali mendatangi para petani untuk meminta makanan. Namun, setelah kurang lebih satu minggu, keberadaannya tidak lagi diketahui.
“Memang ada keterangan saksi yang sebelumnya sempat melihat seorang perempuan di sekitar lokasi sekitar tiga bulan lalu. Namun, untuk memastikan apakah kerangka yang ditemukan merupakan perempuan tersebut, masih diperlukan proses identifikasi,” jelasnya.
Ade menegaskan, polisi belum dapat memastikan identitas maupun penyebab kematian dari kerangka yang ditemukan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan kepastian.
“Untuk identitas korban dan penyebab kematiannya masih dalam proses. Kerangka tersebut sudah dibawa ke RSUD R. Syamsudin Kota Sukabumi untuk pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut,” katanya.
Polisi juga masih mengumpulkan informasi dari masyarakat sekitar guna mencari kemungkinan adanya laporan orang hilang yang berkaitan dengan temuan tersebut.
Petugas Polsek Sukalarang telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari mendatangi dan mengamankan TKP, meminta keterangan saksi, membuat laporan serta dokumentasi, hingga mengevakuasi kerangka ke rumah sakit.
Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap identitas korban dan kronologi di balik penemuan tersebut. (**)
Sumber : Humas Polres Sukabumi Kota











