Breaking News

Panen Raya Melon ke-2 di Lapas Warungkiara, Kalapas : Hasil Panen Saat ini Kami Niatkan Untuk Berbagi

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, saat panen raya melon, Senin (5/5/2025). foto istimewa.

FOKUSMEDIANEWS.COM, KAB SUKABUMI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara kembali melaksanakan penen raya melon yang kedua pada Senin (5/5/2025) diperkebunan Lapas Warungkiara. Sedangkan, panen raya pertama dilaksanakan pada Selasa (22/04/2025).

Hadir pada raya ke dua ini Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, sebagian Kepala UPT, Forkopimda, perwakilan Kantor Imigrasi Sukabumi dan undangan lainnya.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, menjelaskan hasil panen raya kedua sebanyak kurang lebih 20 ton. Dari hasil panen itu sebagian besarnya sudah diniatkan untuk berbagi terlebih dahulu.

“Ya Alhamdulillah, panen raya yang sekarang (hasilnya) sekitar 20 ton. Dari hasil panen ini kami ingin berbagi kepada warga binaan, kepada masyarkat juga kepada pegawai. Jadi untuk panen saat ini kecil kemungkinan untuk kita jual,” ungkap Panji, panggilan akrab Kurnia Panji Pamekas.

Baca Juga :   Petugas Patroli Polres Sukabumi Amankan Tawuran Pemuda di Palabuhanratu
Panen raya melon di Lapas Warungkiara Kabupaten Sukabumi. (Foto : istimewa)

Panji menjelaskan, sudah ada permintaan dari dunia buah dan All Fresh, yang siap menampung untuk penjualannya. Namun ada saran agar penanaman dilakukan secara berjenjang, agar panennya bisa dua minggi sekali dan disesuaikan dengan permintaan pasar.

“Perkebunan melon kami ini seluasnya kurang lebih 2 hektare, namun penanamannya dilakukan secara berjenjang agar bisa panen dua minggu sekali. Supaya pada saat panennya tidak terlalu banyak (berlimpah) sehingga pedadang tidak bisa menampung, dan itu akan mengakibatkan kebusukan,” jelasnya.

Baca Juga :   Lapas Warungkiara Tuan Rumah Pertemuan PIPAS Jabar

Penanaman melon di perkebunan Lapas Warungkiara ini merupakan gagasan dari Kurnia Panji Pamekas selaku Kepala Lapas. Sejak tanggal 25 Januari 2025, dimana dirinya pertamakali datang dan diamanati untuk memimpin Lapas Warungkiara, menangkap peluang untuk lebih mengembangkan dan memaksimalkan produktifitas lahan perkebunan diarea Lapas Warungkaiara.

Panji berkeinginan lahan di Lapas Warungkiara tidak sekedar produktif, tapi mengahasilkan paroduk pertanian yang memailiki nilai jual dan daya saing tinggi. Salah satunya dengan mengembangkan tanaman melon dan anggur. Langkah ini sekaligus untuk memperkuat program ketahanan pangan.

Baca Juga :   Kadiskominfosan Kab Sukabumi Yakin CSIRT Mampu Hadapi Ancaman Kejahatan Siber
Panen raya melon pertama di lapas Warungkiara, pada Selasa (22/04/2025). foto : istimewa

“Jenis melon yang kami ditanam ada dua macam, yaitu jenis melon net (isi putih dan orange) serta jenis melon golden (isi putih dan kuning). Setelah kami pelajari, yang paling cocok ditanamn disini adalah jenis melon net,” sambungnya.

Panji menambahkan, pakor cuaca kadang menjadi kebala, terutama bila hujan terus menerus atau kemarau yang pajang.

“Melon tidak boleh terlalu sering diguyur hujan, karena bisa membusuk. Sebaliknya tidak boleh kekeringan karena tanaman melon memerlukan air. Namun Alhamulilah tanah di sekitar kita cukup gembur, jadi jika hujan airnya bisa cepat rembes (masuk) kedalam,” pungkas Kurnia Panji Pamekas. (NZs)