Breaking News

Inovasi Lapas Warungkiara: Bangun Pondok SAE “Berkah Mandiri” sebagai Pusat Kemandirian Baru

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, membrikan sambutan dalam acara "Tasyakur Binni’mah" peresmian Pondok Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Berkah Mandiri, Kamis malam (23/04). Foto: Ruslan AG

FOKUSMEDIANEWS.COM, WARUNGKIARA SUKABUMI (23 April 2026) – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara pada Kamis malam (23/04). Di bawah temaram lampu dan keheningan malam, lantunan ayat suci Yasin serta gema zikir mengalun syahdu. Bukan sekadar rutinitas religi, malam itu menjadi penanda lahirnya sebuah harapan baru bernama Pondok Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Berkah Mandiri.

Kegiatan Tasyakur Binni’mah yang dimulai pukul 19.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas, Kurnia Panji Pamekas, bersama jajaran pejabat struktural, petugas, CPNS, hingga para peserta magang. Acara ini digelar sebagai wujud syukur atas rampungnya pembangunan Pondok SAE yang diproyeksikan menjadi “jantung” pembinaan bagi warga binaan.

Baca Juga :   SMPN 2 Nagrak Raih Tiga Perestasi, Salah Satunya Dinobatkan Sebagai Sekolah Ramah Anak

Pondok SAE Berkah Mandiri yang berdiri kokoh di atas lahan seluas 3,5 hektare ini bukanlah fasilitas biasa. Kalapas Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas mengungkapkan, tempat ini dirancang menjadi pusat kendali dan pengawasan ketahanan pangan yang fokus pada sektor pertanian. Di tempat ini para warga binaan belajar untuk kembali berkarya dan berdaya sebagai bekal dalam menghadapi tantangan hidup dimasa mendatang.

“Tasyakuran ini bukan hanya tentang selesainya bangunan, tapi momentum untuk memperkuat komitmen kita. Kami ingin Pondok SAE ini menjadi pusat pembinaan dan ketahanan pangan yang benar-benar produktif,” ujar  Kurnia Panji Pamekas, dengan nada optimis.

Baca Juga :   Pertama di Indonesia, Kemenkumham Jabar Gandeng HIPMI Atasi Permasalahan Sampah Plastik di Jawa Barat
Bentangan lahan seluas 3,5 hektare di area Lapas Kelas IIA Warungkira, bukan lagi sekadar tanah luas, melainkan ladang pembinaan dan pengabdian untuk warga binaan dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. *(Foto: Dok Lapas)

Bagi warga binaan, fasilitas ini adalah jembatan menuju masa depan. Dengan fokus pada komoditas pertanian, mereka tidak hanya diajarkan cara bercocok tanam, tetapi juga nilai-nilai kemandirian dan tanggung jawab. Harapannya, saat kembali ke masyarakat nanti, mereka memiliki bekal nyata untuk berkontribusi.

Selain dimensi produktivitas, acara malam itu juga bertujuan mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan Lapas. Kebersamaan dalam doa menciptakan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap fasilitas yang baru saja berdiri tersebut.

Baca Juga :   59 Atlet Kabupaten Sukabumi Siap Berlaga di Ajang Porsadin Tingkat Jabar

Meski acara berlangsung dalam suasana santai dan hangat, namun keamanan tetap menjadi prioritas utama. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, kondusif, dan terkendali.

Kini, dengan resminya operasional Pondok SAE Berkah Mandiri, Lapas Warungkiara siap bertransformasi menjadi pusat unggulan pembinaan. Sejauh mata memandang di lahan 3,5 hektare itu, yang tampak bukan lagi sekadar tanah luas, melainkan ladang pengabdian untuk ketahanan pangan nasional yang dimulai dari balik tembok penjara. (*/Red)