FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Keluarga merupakan unit terkecil namun paling krusial dalam membentuk karakter bangsa. Menyadari hal tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Surade terus bergerak memberikan edukasi kepada masyarakat guna memperkuat ketahanan rumah tangga di era modern.
Pada Rabu (29/04/2026) pagi, suasana hangat menyelimuti Majelis Taklim (MT) Assakinah di Kampung Citaritih, Desa Pasiripis, Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 22 peserta yang didominasi oleh kaum ibu berkumpul untuk mengikuti kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan yang dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Surade, M. Sadili, S.H.
Dalam paparannya, M. Sadili menekankan bahwa menjaga keutuhan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah adalah tantangan besar di tengah dinamika zaman saat ini. Ia mengingatkan bahwa keluarga adalah pondasi utama dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia.
“Upaya mewujudkan keluarga sakinah bukan hanya menjadi tanggung jawab suami atau istri saja, tetapi merupakan kerja sama yang harus dibangun dengan komunikasi yang baik, saling pengertian, serta penguatan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sadili di hadapan para peserta.
Kegiatan yang dikemas secara interaktif itu berjalan dengan lancar. Para peserta tampak antusias, bahkan tidak sedikit yang berbagi pengalaman pribadi serta berkonsultasi mengenai dinamika kehidupan rumah tangga mereka.
Kepala KUA Surade Berikan Apresiasi
Kepala KUA Kecamatan Surade, H. Solihin Mansur memberikan apresiasi atas konsistensi para penyuluh dalam membina umat, khususnya kaum ibu yang memiliki peran sentral di dalam rumah.
“Kami sangat mendukung kegiatan penyuluhan seperti ini karena memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga. Dengan pemahaman agama yang baik, diharapkan masyarakat mampu membangun keluarga yang harmonis dan menjadi contoh di lingkungan sekitarnya,” ungkap H. Solihin.
Melalui program jemput bola seperti ini, KUA Surade berharap nilai-nilai keluarga islami dapat benar-benar tertanam dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan besarnya adalah terciptanya tatanan masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara sosial, tetapi juga religius dan kuat secara mentalitas. (*)





