Breaking News

Genangan Air Rusak Daya Tahan Aspal, Sekdis PU Sukabumi Ajak Warga Jaga Kelancaran Drainase

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (Sekdis PU) Kabupaten Sukabumi, Agus Hermawan, saat ditemui di ruang kerjanya Kantor PU Kabupaten Sukabumi, Senin (11/05/2026). // Foto: A. Wanto

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Ketahanan infrastruktur jalan ternyata tidak hanya bergantung pada kualitas material, tetapi juga pada kepedulian masyarakat dalam menjaga saluran air. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (Sekdis PU) Kabupaten Sukabumi, Agus Hermawan, menegaskan bahwa partisipasi aktif warga dalam merawat drainase adalah kunci keberlanjutan fungsi jalan.

Ditemui di ruang kerjanya pada Senin (11/05/2026), Agus menjelaskan bahwa air statis atau genangan merupakan ancaman serius bagi stabilitas mekanis jalan. Secara teknis, aspal sangat rentan terhadap paparan air yang tidak mengalir. Jika drainase tersumbat, lapisan agregat jalan akan mengalami pelapukan dini, yang kemudian memicu kerusakan struktural dan lubang di permukaan jalan.

Baca Juga :   Antisipasi Tawuran Pelajar, Polisi Gelar Patroli dan Sweeping Pelajar di Caringin

Menurut Agus, pemeliharaan infrastruktur tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan teknokratis dan kepedulian sosial.

“Infrastruktur jalan yang mantap merupakan aset publik yang strategis. Namun, kita harus menyadari bahwa air yang menggenang adalah faktor destruktif utama bagi integritas aspal. Oleh karena itu, pemeliharaan saluran air bukanlah sekadar kewajiban teknokratis pemerintah, melainkan sebuah manifestasi budaya gotong royong yang harus diinternalisasi demi menjamin kenyamanan mobilitas masyarakat,” ujar Agus Hermawan.

Baca Juga :   Sekda Syarifah Sofiah Jadi Tim Penilai Lomba Bogorku Bersih 2024

Meski Dinas PU rutin melakukan pemeliharaan (maintenance), tantangan seperti sampah domestik dan sedimentasi tinggi di pemukiman tetap menjadi kendala nyata. Sebagai langkah preventif, warga diimbau untuk tidak membuang sampah ke saluran air dan segera melapor jika menemukan sumbatan yang berpotensi merusak badan jalan.

Selain soal teknis, Agus juga menyoroti aspek ekonomi. Jika jalan terawat dengan baik karena drainase yang lancar, pemerintah daerah dapat menghemat anggaran rehabilitasi jalan yang rusak akibat luapan air. Dana tersebut kemudian bisa dialihkan untuk pembangunan infrastruktur baru yang lebih produktif.

Baca Juga :   Tingkatkan Infrastruktur Jalan Pedesaan, Dinas PU Kab Sukabumi Lakukan Pengaspalan jalan Pajagan-Cikiray

Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan kepedulian lingkungan sebagai investasi jangka panjang. “Kontribusi mikro dari setiap warga, seperti memastikan kelancaran aliran air di lingkungan sekitar, memberikan dampak makro bagi ketahanan infrastruktur jangka panjang. Mari kita transformasikan kepedulian ini menjadi investasi sosial demi keselamatan dan kenyamanan berkendara di seluruh wilayah Kab. Sukabumi,” pungkasnya.

Dinas PU Kabupaten Sukabumi menyatakan akan terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang andal dan aman melalui perencanaan serta pemeliharaan yang terintegrasi. (*)