Breaking News

Jelang Idul Adha 1446 H MUI Kabupaten Sukabumi Gelar Pelatihan Juru Sembelih

Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi dan Dinas Peternakan. (foto : istimewa)

FOKUSMEDIANEWS.COM, KAB SUKABUMI – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, puluhan peserta mengikuti Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI), pada Senin (2/6/2025) di Gedung Islamic Center, Komplek Alun-alun Cisaat. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, KH. Ujang Hamdun menjelaskan, pelatihan Pelatihan Juru Sembelih Halal merupakan langkah nyata dan strategis dalam upaya menjaga kehalalan proses penyembelihan hewan kurban, sesuai dengan syariat Islam.

Baca Juga :   Pemkot Bogor Gelar Vaksin Gratis untuk Anak, Dedie Rachim : Langkah Nyata Bangun Generasi Emas

“Kami sangat mengapresiasi pelatihan Juleha (Juru Sembelih Halal). Ini bentuk upaya mempersiapkan umat menyambut Idul Adha dengan tanggung jawab, tidak hanya soal ibadah kurban, tetapi juga menjaga nilai-nilai syar’i dalam praktiknya,” ujar KH. Ujang melalui seluler pada Selasa (3/6/2025).

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pengetahuan teknis dan spiritual dalam menyembelih hewan kurban. Menurutnya, seorang juru sembelih halal tidak hanya dituntut terampil secara teknis, namun juga harus memahami hikmah penyembelihan didasari niat ibadah Lillahita’ala

Baca Juga :   Bupti Sukabumi Lepas Armada Logistik Bantuan Bencana ke 25 Kecamatan Terdampak

“Penyembelihan bukan hanya urusan teknis, tetapi ibadah. Maka yang menyembelih pun harus memahami syarat dan rukunnya. Tidak asal potong,” tegasnya.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Asep Kurnadi menyebutkan, jelang pelaksanaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1446 H harus mewaspadai kemungkinan munculnya peningkatan penyakit hewan menular strategis dan/atau zoonosis seperti anthrak, penyakit mulut dan kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD). Oleh sebab itu, menurut Asep, diperlukan langkah upaya antisipasi dan mitigasi risiko secara dini terhadap penyebaran penyakit guna meminimalisir kerugian ekonomi peternak dan ancaman risiko zoonosis bagi kesehatan masyarakat.

Baca Juga :   Wali Kota Bogor Lepas Kafilah MTQH ke Tingkat Jabar

“Maksud tujuan kegiatan ini juga untuk mensosialisasikan cara penyembelihan hewan kurban sesuai dengan syariat Islam dan kesejahteraan hewan. Dan dalam rangka mengantisipasi hal tersebut. Sebagai upaya pengamanan Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025, kami menghimbau kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha untuk melalulintaskan ternak sehat sesuai dengan Permentan Nomor: 17/2023 tentang Tata Cara Pengawasan Lalu lintas Hewan, ” ungkapnya melalui seluler, Selasa (7/6). (**/AR)