FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Sistem kelistrikan di wilayah Sukabumi Selatan kini memasuki babak baru. Pengoperasian kembali Gardu Induk (GI) 150 kV Jampang Kulon menjadi langkah strategis untuk memperkuat keandalan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Pajampangan.
Kamis (27/8/2026) menjadi hari bersejarah di Kampung Negla, Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon. Binar optimisme membubung saat infrastruktur kelistrikan ini resmi dioperasikan kembali melalui prosesi Re-Energize.
Bagi PT PLN (Persero) dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, momen ini bukan sekadar seremonial memutar sakelar. Ini adalah perayaan atas tuntasnya sebuah penantian panjang yang memakan waktu hingga 14 tahun.
“Pengoperasian kembali Gardu Induk ini menjadi momentum penting setelah melalui proses panjang sekitar 14 tahun,” ujar MX Wahyu C Prasetyo, Vice President Efisiensi, Kualitas dan Pengukuran Distribusi Jawa, Madura, dan Bali PT PLN (Persero).
Menurut Wahyu, keberadaan Gardu Induk 150 kV Jampang Kulon tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membuka peluang pengembangan ekonomi di Kabupaten Sukabumi. Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi hingga gardu induk tersebut dapat kembali beroperasi.
“Banyak potensi yang dapat kita ciptakan bersama untuk mendukung peningkatan ekonomi Indonesia, selain pemenuhan listrik untuk industri dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Listrik Sebagai Urat Nadi Pembangunan
Di balik menara-menara baja yang membentang di langit Jampangkulon, ada harapan jutaan warga yang menggantung padanya. Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menegaskan bahwa listrik adalah fondasi dari segala bentuk kemajuan modern.
“Listrik merupakan urat nadi pembangunan,” tutur Andreas.
Menurutnya, ketersediaan energi yang andal bukan hanya kebutuhan dasar rumah tangga. Listrik adalah faktor penentu dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah, pelayanan publik yang lebih maksimal dan mendorong dunia usaha serta produktivitas masyarakat Pajampangan
Kawasan Sukabumi Selatan selama ini dikenal memiliki potensi alam yang luar biasa, mulai dari hamparan tambak udang, industri perikanan, pertanian, hingga ribuan pelaku UMKM. Hadirnya GI Jampang Kulon diyakini akan menjadi katalis utama yang mengubah potensi tersebut menjadi kesejahteraan nyata.
Solusi Nyata untuk Nelayan dan Petani
Tantangan terbesar pasca-peresmian ini adalah memastikan pasokan listrik mampu menyentuh aspek paling produktif dari kehidupan masyarakat bawah.
Manager PT PLN (Persero) UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, mengungkapkan bahwa energize Gardu Induk 150 kV Jampang Kulon menjadi solusi penting untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten Sukabumi. Ia memetakan dengan jelas bagaimana infrastruktur baru ini akan langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari para nelayan. Selama ini, rantai pasok perikanan kerap terhambat karena minimnya fasilitas penyimpanan dingin (cold storage).
“Kami mencontohkan sektor perikanan dan nelayan yang membutuhkan dukungan listrik untuk fasilitas penyimpanan hasil tangkapan maupun pabrik es,” kata Eka.
Dengan listrik yang stabil dan anti-biarpet, pembangunan pabrik es lokal kini bukan lagi sekadar impian. Nelayan tidak perlu lagi mendatangkan es dari tempat jauh dengan biaya tinggi, sehingga harga jual ikan bisa ditekan.
Namun, Eka juga mengingatkan bahwa menjaga aset ini adalah kerja kolektif. Listrik harus bisa diperluas sampai ke ujung pelosok agar manfaat ekonominya benar-benar terasa.
Babak Baru di Ujung Selatan
Ketika matahari mulai terbenam di ufuk barat pantai Sukabumi Selatan, lampu-lampu di rumah warga kini menyala dengan pendar yang lebih stabil.
Tidak ada lagi kekhawatiran tegangan turun yang merusak alat elektronik, atau pemadaman tiba-tiba yang melumpuhkan kegiatan pelaku ekonomi UMKM di desa.
Beroperasinya Gardu Induk 150 kV Jampang Kulon adalah sebuah babak baru. Infrastruktur ini diletakkan sebagai fondasi kokoh bagi pemerataan pembangunan dan investasi di Jawa Barat.
Bagi kawasan Pajampangan, penantian 14 tahun itu kini telah lunas. Sebuah harapan baru telah lahir, membawa Sukabumi Selatan keluar dari bayang-bayang keterbatasan energi menuju masa depan yang benderang. (*/red)











