Breaking News

Bupati Sukabumi : Pemerataan Akses Internet Menjadi Fokus Seiring Implementasi SPBE

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menerima audiensi perwakilan Fiberstar Sapto Handoyo Jati dan tim di pendopo Kabupaten Sukabumi. (Foto : Ist)

FOKUSMEDIANEWS.COM, KAB SUKABUMI – Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengatakan, pemerataan akses jaringan menjadi salah satu fokusnya di Kabupaten Sukabumi. Hal itu seiring pengimplementasian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Sukabumi.

Hal itu disampaikan H. Marwan Hamami saat beraudiensi dengan PT. Mega Akses Persada (Fiberstar) di Pendopo, Kamis (1/7/2024). Audiensi tersebut membahas potensi penggunaan starlink dalam rangka meratakan akses jaringan internet di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga :   Kantongi Rekomendasi Tertulis Mendagri, Bupati Sukabumi Lantik Sejumlah Pejabat Administrator

“Pengimplementasian SPBE menjadi hal yang harus dilaksanakan. Maka dari itu, pemerataan akses jaringan menjadi hal sedang kita kejar,” ujarnya.

Foto : Ist

Maka dari itu, kehadiran starlink melalui Fiberstar menjadi hal yang positif. Apalagi, starlink membawa akses jaringan tanpa menggunakan fiber optik. “Jadi, silahkan sampaikan peluang ini. Semoga ini menjadi solusi bagi Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.

Baca Juga :   Rapat Paripurma DPRD Prov Jabar, Penetapan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Terpilih hasil Pilkada 2024

Sementara itu, Perwakilan Fiberstar Sapto Handoyo Jati mengatakan, kehadirannya untuk mengenalkan teknologi terbaru yang dapat menjangkau daerah blankspot. Termasuk mewujudkan desa digital di Kabupaten Sukabumi.

“Starlink ini teknologi internet baru dan simpel. Namun jangkauannya internetnya lebih besar. Ini bisa menjadi solusi. Kita sendiri merupakan autorized starlink resmi di Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga :   Pemkab Sukabumi Berharap PT Telkom Tingkatkan Jaringan di Sukabumi Selatan
Foto : Ist

Tak hanya itu saja, menurut Sapto Handoyo, starlink pun memiliki jaringan internet yang lebih cepat. Selain itu mudah dan cepat diaplikasikan.

“Pengimplementasian kita tuh kurang dari 15 menit. Selain itu, kita bisa menyasar daerah yang blankspot dan tanpa fiber optik,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *