Breaking News

Menengok Kampung Pancuran Salatiga, Inspirasi Dedie Rachim Sulap Sungai Bogor Jadi Jernih

Wali Kota Bogor, Dede A Rachim saat berkunjung ke Kampung Pancuran, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (24/7/2026). Foto: Dokpim

FOKUSMEDIANEWS.COM – Berada di Salatiga, Suara gemercik air sungai yang jernih menyambut kedatangan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat menginjakkan kaki di Kampung Pancuran, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan modern, kampung ini justru tampil memikat dengan lingkungan yang bersih, asri, dan aspal jalan yang bebas dari sampah.

Keindahan ini bukan hasil proyek semalam, melainkan buah manis dari konsistensi warga setempat yang merawat tanah kelahiran mereka selama dua dekade.

Dedie tidak datang sendiri. Bersama Wali Kota Banjar, ia sengaja meluangkan waktu pada Jumat, 24 Juli 2026, untuk berguru langsung ke kampung legendaris ini. Alih-alih melakukan seremonial kaku, Dedie memilih duduk dan berdialog santai dengan Suratno, salah satu tokoh masyarakat yang menjadi motor penggerak perubahan di Kampung Pancuran. Dari obrolan hangat tersebut, Dedie menyadari bahwa mengubah wajah sebuah permukiman membutuhkan napas panjang.

Baca Juga :   Dukung Gernas BBI, Pemkot Bogor Berpartisipasi Pecahkan Rekor MURI Penggunaan Sarung Tenun Terbanyak

Suratno mengisahkan bahwa perjalanan menyulap Kampung Pancuran memakan waktu hingga 20 tahun. Prosesnya sarat dengan tantangan edukasi, benturan mengubah kebiasaan, hingga akhirnya berhasil menanamkan budaya gotong royong yang murni dari hati warga. Air sungai yang kini mengalir jernih adalah saksi bisu dari kerja keras kolektif yang konsisten tersebut.

Bagi Dedie Rachim, pengalaman berharga dari Kampung Pancuran ini menjadi tamparan sekaligus inspirasi besar untuk diterapkan di Kota Bogor. Ia menilai, infrastruktur hebat yang dibangun pemerintah akan sia-sia jika tidak diimbangi oleh perubahan budaya masyarakatnya. Membangun kota yang sehat harus dimulai dengan membangun rasa memiliki di dalam setiap benak warganya.

Baca Juga :   City Tour Moka Kota Bogor 2025, Peran Aktif Pemuda dalam Proses Pembangunan

Membangun budaya peduli lingkungan memang membutuhkan waktu dan tidak bisa instan, ujar Dedie di sela-sela kunjungannya. Ia menegaskan bahwa kunci utama perubahan besar ada pada pergeseran perilaku. Ketika warga sudah merasa memiliki sungai dan lingkungan tempat tinggal mereka, gerakan menjaga kebersihan akan berjalan dengan sendirinya tanpa perlu dipaksa.

Catatan perjalanan dari Salatiga ini dipastikan tidak akan menguap begitu saja. Pemkot Bogor berencana membawa pulang formula sukses Kampung Pancuran sebagai referensi utama. Strategi ini akan disuntikkan ke dalam berbagai program lingkungan di Kota Bogor, mulai dari pembenahan kebersihan sungai, peningkatan kualitas ruang hidup, hingga menghidupkan kembali roh gotong royong yang perlahan meredup di wilayah perkotaan.

Baca Juga :   Heri Gunawan Ajak SMSI Sukabumi Raya Bangun Sinergitas Majukan Sukabumi

Dedie berharap kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat yang ia saksikan di Kampung Pancuran dapat segera menular ke Kota Hujan, demi mewujudkan kota yang tidak hanya nyaman, tetapi juga sehat dan berkelanjutan untuk generasi masa depan. (**)