Breaking News

Pendidikan Tanpa Sekat, Sekolah Swasta Jadi Motor Toleransi di Bogor

Wali Kota Bogor Dedie Rachim (berdiri, kiri) saat menghadiri Open House bertajuk “Together for The Future: Great Futures Begin with Great Partnership” yang digelar di Sekolah Kristen Tunas Harapan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Sabtu (3/10/2026). (Foto: Dok Pemkot Bogor)

FOKUSMEDIANEWS.COM, KOTA BOGOR – Akses pendidikan berkualitas dan berkarakter tidak lagi menjadi domain eksklusif sekolah negeri. Sekolah-sekolah swasta berbasis yayasan kini memegang peran krusial dalam membentuk karakter generasi muda yang inklusif, toleran, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Hal tersebut mengemuka dalam acara Open House bertajuk “Together for The Future: Great Futures Begin with Great Partnership” yang digelar di Sekolah Kristen Tunas Harapan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Sabtu (3/10/2026).

Baca Juga :   TPID Kota Bogor dan Instansi Terkait Lakukan Monev Stabilitas Pasokan dan Harga Beras

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa kualitas dan kesuksesan seorang siswa ditentukan oleh pembentukan karakter dan kerja keras, bukan status negerinya sebuah sekolah. Ia bahkan membagikan pengalamannya sendiri yang merupakan lulusan sekolah swasta.

“Harapan itu selalu ada selama kita menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan, membangun jejaring (networking), dan menjaga reputasi agar dipercaya memimpin di tengah masyarakat,” ujar Dedie.

Baca Juga :   Wabup Sukabumi Hadiri Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional dan Rakor Penguatan Revitalisasi Bahasa Daerah

Dedie juga mengapresiasi langkah Sekolah Kristen Tunas Harapan yang membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh warga tanpa memandang sekat agama maupun latar belakang sosial. Langkah inklusif seperti ini dinilai sangat mendukung identitas Bogor sebagai kota yang aman dan damai.

Foto bersama di sela-sela acara Open House bertajuk “Together for The Future: Great Futures Begin with Great Partnership” yang digelar di Sekolah Kristen Tunas Harapan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Sabtu (3/10/2026). (Foto: Dok Pemkot Bogor)

Ketua Yayasan Tunas Harapan, Daniel Yosafat, mengamini hal tersebut. Menurutnya, sekolah harus berfungsi sebagai rumah yang aman bagi keberagaman agar nilai karakter siswa dapat tumbuh optimal.

Baca Juga :   Alfin Pelajar yang Viral Karena Aksi Heroiknya Bantu Damkar, Dikunjungi Wali Kota Bogor

“Kami percaya hari ini bukan saja tentang perlombaan, tetapi menjadikan Bogor sebagai rumah bagi pendidikan untuk tumbuh, berkembang, maju, dan berkarakter,” kata Daniel. (***/Red)