FOKUSMEDIANEWS. COM, SUKABUMI –
Musyawarah Daerah (Musda) XII Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi telah usai. Namun, gemanya terus menggaung, terlebih ekspektasi yang begitu besar terhadap kepengurusan baru.
Musda ke-XII MUI Kabupaten Sukabumi di Hotel Augusta Cikukulu Cicantayan ini secara resmi ditutup pada Rabu (22/7/2026). Peserta Musda telah memilih KH. E. Fatahillah Nadiri sebagai Ketua Umum dan KH. Encep Hadiana, S.Pd.I., M.Si. sebagai Sekretaris Umum MUI Kabupaten Sukabumi periode 2026-2931.
Terpilihnya dua kader terbaik MUI Kabupaten Sukabumi ini mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Respon tersebut di antaranya datang dari anggota Dewan Penasihat (Wanhat) PWI Kab.Sukabumi yang juga Wanhat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya, Aam Abdul Salam, S. Ag.
Menurut Aam, terpilihnya duet dia kiyai kharismatik ini bukan sekadar hasil dari proses demokrasi yang digelar organisasi. Lebih dari itu, ini merupakan ketetapan takdir Allah SWT yang mempertemukan amanat umat dengan kesiapan mental para pejuang agama.
“Kehadiran dua sosok tokoh ulama terbaik Sukabumi di tampuk pimpinan MUI membawa angin segar, terutama karena langkah mereka diiringi oleh rida dan restu dari para kiai sepuh serta tokoh-tokoh pesantren se-Kabupaten Sukabumi. Dalam tradisi pesantren, restu guru dan kiai sepuh adalah modal langit yang jauh lebih berharga dari segalanya. Ia adalah jangkar spiritual yang akan memastikan kapal besar MUI tetap stabil,” ungkap Aam Abdul Slam, Rabu (22/7/2026).
Aam melanjutkan, tantangan zaman ke depan tidaklah mudah. Sebagai lembaga tempat bernaungnya para ulama, MUI Kabupaten Sukabumi dituntut untuk selalu berada di garda terdepan. Umat hari ini merindukan bimbingan yang menyejukkan sekaligus pencerahan yang visioner di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi.
Kunci utama keberhasilan ke depan, ujar Aam, terletak pada penguatan sinergi. MUI harus menjadi jembatan yang kokoh untuk mengkolaborasikan potensi besar dunia pesantren, lembaga pendidikan Islam, dan para tokoh ulama di Sukabumi. Ketika seluruh kekuatan berbasis umat ini menyatu, maka energi kebaikan yang dihasilkan akan berlipat ganda.
“Ulama tidak boleh menjauh dari realitas pembangunan. Di bawah nakhoda baru, MUI Kabupaten Sukabumi memiliki momentum besar untuk ikut mengawal dan menyukseskan visi strategis daerah maupun nasional,” katanya.
Secara lokal ditingkat Kabupaten Sukabumi, sinergi ini menjadi motor penggerak utama untuk mewujudkan visi Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, yaitu “Sukabumi Mubarakah” (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah). Keberkahan sebuah daerah tercipta ketika pembangunan material berjalan selaras dengan ketakwaan penduduknya.
“MUI Sukabumi merupakan mitra strategis dalam menyukseskan program prioritas Gubernur Jawa Barat serta program strategis Presiden Prabowo Subianto di tingkat daerah,” jelasnya.

Sinergi Bangun Sukabumi
Kabupaten Sukabumi saat ini sedang bertransformasi menjadi salah satu daerah termaju dengan pertumbuhan investasi yang masif. Namun, kemajuan ekonomi dan industri tidak boleh menggerus moralitas bangsa.
“Di sinilah peran penting MUI. Para ulama harus memastikan bahwa gemerlap investasi, termasuk bidang pariwisata, harus tetap berjalan dalam koridor yang memegang teguh nilai-nilai agama serta akar budaya luhur bangsa. Sukabumi harus maju secara ekonomi, namun tetap teduh secara spiritual,” tuturnya.
Aam Abdul Salam juga menyampaikan ucapan selamat kepada KH. E. Fatahillah Nadiri sebagai Ketua Umum dan KH. Encep Hadiana, S.Pd.I., M.Si. yang memegang amanah memimpin MUI Kabupaten Sukabumi Periode 2026-2027
“Selamat Mengemban Amanah, semoy bisa membawa MUI Kabupaten Sukabumi ke arah yang ke baik untuk kemaslahatan umat,” pungkasnya.
(Rizkiyani)











