Breaking News

Pj Sekda Kota Bogor Dampingi Wamentan RI Tinjau Gerai Operasi Pasar Pangan Murah

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, meninjau gerai operasi pasar (OP) pangan murah di Kantor Pos Bogor, Jalan Ir. H. Djuanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Kamis (27/2/2025). Foto : Istimewa

FOKUSMEDIANEWS.COM, KOTA BOGOR – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hanafi, mendampingi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, dalam meninjau gerai Operasi Pasar (OP) pangan murah di Kantor Pos Bogor, Jalan Ir. H. Djuanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Kamis (27/2/2025).

Gerai OP Pangan Murah ini digelar sepanjang bulan Ramadan hingga Idulfitri dan direncanakan akan terus berlanjut.

Baca Juga :   Wabup Sukabumi Apresiasi Komitmen RS DKH: Mitra Strategis Pemerintah Perkuat Sistem Layanan Kesehatan

Pj Sekda Kota Bogor, Hanafi, mengatakan bahwa dalam tinjauan ini, Wamentan RI memberikan arahan kepada pemerintah daerah, termasuk TNI-Polri dan para pengusaha, untuk memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat tetap mencukupi.

“Artinya, tidak hanya cukup, tetapi harga juga harus stabil sesuai dengan yang sudah ditetapkan pemerintah. Jadi, Pak Wamen mengajak semua stakeholder, termasuk pengusaha, untuk membantu pemerintah dalam rangka menyediakan bahan pokok bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :   Peringatan Hari Pahlawan, Bupatri Sukabumi: Jaga Semangat Pengabdian, Bersinergi Wujudkan Sukabumi Mubarakah

Dengan demikian, kebutuhan masyarakat akan bahan pangan dapat terpenuhi dengan harga yang sesuai dengan ketetapan pemerintah.

“Untuk itu, kami di daerah juga melakukan hal yang sama dalam rangka menstabilkan inflasi. Kota Bogor telah mengadakan gerakan pasar murah sebanyak 120 kali pada tahun 2024. Tahun ini, hingga Februari, sudah terlaksana 39 kali,” ucap Hanafi.

Baca Juga :   Pesan Bupati Sukabumi dalam Kegiatan Sinergitas Kewilayahan: Perkuat Koordinasi untuk Percepatan Pembangunan

Ia menambahkan, bahwa ketersediaan bahan pangan dan stabilitas harga di Kota Bogor terus dijaga, meskipun Kota Bogor bukan daerah produsen, melainkan konsumen. (*/Red)