FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Upaya peningkatan infrastruktur pertanian di Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan progres nyata. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi melaporkan bahwa dua daerah irigasi (DI) vital di wilayah Kecamatan Cikembar telah selesai dikerjakan. Sementara itu, 60 daerah irigasi di wilayah lain saat ini sudah merampungkan proses lelang dan siap memasuki tahap konstruksi pada tahun anggaran 2026 ini.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Yadi Supriadi, menyampaikan bahwa langkah masif ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Sukabumi.
“Alhamdulillah, pengerjaan daerah irigasi Cibojong dan Cibatu, keduanya di Kecamatan Cikembar, sudah selesai dan bisa difungsikan secara optimal. Sementara 60 daerah irigasi lainnya sudah selesai tahap lelangnya dan dalam persiapan pelaksanaan konstruksi saja,” ujar Yadi kepada Fokusmedianews.com, saat dihubungi lewat sambungan telepon, Kamis (16/7/2026).

Dari puluhan proyek pengairan tersebut, menurut Yadi, dua daerah irigasi di Cikembar menjadi sorotan utama karena progresnya yang sangat signifikan. Jalur pengairan tersebut kini sudah bisa difungsikan secara penuh untuk mengairi areal persawahan milik warga sekitar.
Yadi merinci, daerah irigasi Cibojong yang terletak di Desa Bojong dapat mengairi lahan pertanian seluas 100 hektare, sementara irigasi Cibatu Desa Cibatu mengkover areal pertanian seluas 150 hektare.
“Jadi kedua daerah irigasi tersebut saat ini sudah 100 persen dan sudah dapat difungsikan secara penuh untuk mengairi areal persawahan milik warga sekitar” tegas Yadi.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan seluruh pengerjaan fisik irigasi yang telah dilelang tahun 2026 ini dapat segera dimulai dalam waktu dekat. Dampak positifnya diharapkan langsung terasa pada produktivitas sektor pertanian.
“Harapannya dapat segera dikerjakan, agar daerah irigasi ini dapat memenuhi kebutuhan lahan pertanian, guna meningkatkan produktivitas padi dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkas Yadi. (**)











