Oleh : Aam Abdul Salam
FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Sore di Cikembar, Sabtu (23/05/2026), mendadak terasa magis. Angin pegunungan yang sejuk berpadu dengan kehangatan cangkir-cangkir kopi yang terus mengepul. Di bawah langit senja itu, para pemilik dan pimpinan media siber yang bernaung di bawah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya berkumpul. Duduk melingkar secara lesehan, mereka melepaskan sejenak atribut formal korporasi untuk memulai sebuah sawala—sebuah tradisi diskusi komunal khas Sunda yang mengalir, akrab, namun sarat akan muatan intelektual.
Secara filosofis, pertemuan sore itu adalah wujud nyata dari dialektika yang merdeka. Di tengah gempuran arus informasi digital yang serba cepat dan sering kali dangkal, para jurnalis ini mengambil jeda spiritual. Mereka merenungkan kembali hakikat jurnalisme bukan sekadar sebagai industri pencari klik, melainkan sebagai penuntun moral dan kultural masyarakat. Pertemuan ini merekatkan kembali nilai sosial-budaya silih asih, silih asah, silih asuh untuk membangun Sukabumi dari ruang digital.
Diskusi bergulir hangat secara bergiliran. Ketua SMSI Sukabumi Raya, “Sule” Sulaeman juga sebagai CEO Jurnal Sukabumi, membuka pemantik dengan menekankan pentingnya optimalisasi peran SMSI. Nuruddin Syamsi Zein panggilan akrab Abah Anom, Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, menimpali dengan refleksi tajam tentang integritas pers lokal. Suasana makin hidup lewat adu gagasan yang dinamis antara Ariswanto (Sekretaris SMSI/CEO Lingkarpena.id) dan Kang Asep (CEO Sukabumizone) saat membedah tantangan media masa kini.
Sudut pandang manajemen yang adaptif dipaparkan oleh Siti Ratna Maymunah (CEO Wartain.com/Bendahara SMSI), disusul energi segar khas anak muda dari M. Rafi Asyam (CEO Bisnisnews.net) serta Bung Gunta (CEO Patroli). Sementara dari kacamata edukasi, Dede Heri dari Rumah Literasi Merah Putih mengingatkan pentingnya membumikan konten lokal, yang kemudian dirangkum secara bijak dan penuh kedalaman oleh Aam Abdul Salam selaku Penasehat SMSI/PWI Kabupaten Sukabumi juga mendapat amanah sebagai Presidium MD KAHMI Sukabumi.
Satu benang merah spiritual dan sosial lahir dari adu pikiran ini: SMSI Sukabumi Raya harus mengoptimalkan gerakan literasi publik demi mendukung program strategis Bupati Sukabumi, yang tegak lurus dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Literasi digital yang sehat menjadi kunci utama untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Secara spiritual, gerakan memberi makan ini adalah cerminan akhlak mulia para wali, aulia Allah, dan para sahabat Nabi. Menjaga, melindungi, serta memberi makan anak-anak yatim, pelajar, dan santri adalah seruan profetis yang harus dikawal bersama lewat narasi media yang edukatif.
Lebih jauh lagi, literasi yang kuat akan membantu daerah dalam mengelola kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari potensi tambang emas hingga keindahan pariwisata alam Sukabumi yang mendunia. Melalui peran aktif media siber yang berimbang dan mencerahkan, masyarakat akan tercerahkan untuk menjaga lingkungan, sementara iklim investasi di Kabupaten Sukabumi tetap berjalan kondusif, aman, dan bebas dari distorsi informasi.
Ketika malam akhirnya menjemput di Cikembar, cangkir kopi mungkin sudah mengering. Namun, api gagasan, komitmen literasi, dan getaran spiritual yang lahir dari diskusi sabtu sore itu baru saja dimulai untuk menerangi jalan pembangunan Sukabumi Raya.***









