FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI — Pemerintah Desa (Pemdes) Prianganjaya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, memperkuat sinergi lintas sektor guna menekan angka stunting. Kerja sama ini ditargetkan mampu membawa desa mencapai status zero stunting (nol stunting) pada tahun 2026.
Langkah nyata yang dilakukan di antaranya adalah mengoptimalkan program strategis seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendongkrak kualitas gizi masyarakat.
Kepala Desa Prianganjaya, Dadan Burhanudin, mengungkapkan bahwa grafik capaian penurunan angka stunting di wilayahnya terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.
“Grafik penurunan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras kita semua di lapangan membuahkan hasil positif demi masa depan generasi desa,” ujar Dadan kepada fokusMediaNews, Senin (20/7/2026).
Berdasarkan data rembug progres terbaru, intervensi yang dilakukan berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan di Desa Prianganjaya. Pada tahun 2025, kasus stunting tercatat sebanyak 29 anak. Sementara pada tahun 2026 ini, angka tersebut berhasil ditekan drastis hingga tersisa 14 anak.
Dadan menjelaskan, pemantauan tumbuh kembang dan kesehatan warga dilakukan secara berkala dan menyeluruh. Intervensi pencegahan stunting ini menyasar beberapa kelompok prioritas, mulai dari calon pengantin (catin), ibu hamil dan menyusui, bayi usia 0–24 bulan, balita usia 25–59 bulan, hingga anak-anak usia PAUD.
“Keberhasilan penurunan angka ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Aksi konvergensi di lapangan melibatkan Camat Sukalarang, Kepala Desa beserta Perangkat Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta garda terdepan para Kader Posyandu Desa Prianganjaya,” lanjutnya.
Di akhir, Dadan mengimbau agar semua pihak terus menjaga komitmen dalam mengawal ketat pendampingan gizi. Langkah konsisten ini diharapkan dapat mencetak generasi emas yang sehat, cerdas, dan sepenuhnya bebas stunting di Desa Prianganjaya.
(Iwan)











