FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI (7 April 2026) – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi menunjukkan komitmen nyata terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Hal itu dibuktikan Perhutani dengan menyerahkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk perbaikan jalan desa di Kantor Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampang Tengah, pada Selasa (07/04).
Bantuan diserahkan langsung oleh Administratur Perhutani KPH Sukabumi, Dedy S.J. Mulyatno, didampingi jajaran manajemen, kepada Kepala Desa Bojongjengkol, Nirwana.
Dedy S.J. Mulyatno menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan respons cepat Perhutani terhadap rusaknya akses transportasi utama warga akibat curah hujan tinggi. Kondisi jalan yang memprihatinkan tersebut selama ini dinilai menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
“Melalui program TJSL, Perhutani hadir untuk membantu. Kami berharap bantuan ini segera dimanfaatkan untuk memperbaiki jalan sehingga warga dapat kembali beraktivitas dengan lancar,” ujar Dedy.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Perhutani dan pemerintah desa dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Perhutani KPH Sukabumi, Uday Jubaedi, memberikan apresiasi kepada warga Desa Bojongjengkol yang selama ini aktif menjaga kawasan hutan. “Ini adalah bentuk kontribusi balik kami kepada masyarakat yang telah menjaga hutan dengan baik,” tambahnya.
Kepala Desa Bojongjengkol, Nirwana, menyambut baik bantuan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa perbaikan jalan ini sangat krusial, terutama bagi para petani yang sering kesulitan mengangkut hasil panen akibat jalan rusak.
“Atas nama warga, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada jajaran Perhutani KPH Sukabumi. Bantuan ini sangat berarti dan akan segera kami gunakan untuk perbaikan jalan. Semoga Perhutani selalu sukses dan jaya,” pungkas Nirwana.
Acara penyerahan berlangsung khidmat dan ditutup dengan peninjauan langsung lokasi jalan yang akan diperbaiki oleh pihak Perhutani bersama perangkat desa. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memulihkan akses transportasi, tetapi juga mempererat hubungan harmonis antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan. (red)











