Breaking News

Pantau Pasar Murah Beras SPHP, Bima Arya Sebut Upaya Mengatasi Kelangkaan

Wali Kota Bogor, Bima Arya memantau Pasar Murah Beras SPHP di SDN Purbasari, Jalan Purbasari, Kota Bogor, Senin (26/2/2024). (Foto : Diskominfo Kota Bogor)

FOKUSMEDIANEWS.COM, KOTA BOGOR – Wali Kota Bogor, Bima Arya memantau Pasar Murah Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digelar Bulog bekerjasama dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Dinkukmdagin) Kota Bogor di SDN Purbasari, Jalan Purbasari, Kota Bogor, Senin (26/2/2024).

Di pasar murah ini, Bulog menjual beras SPHP 5kg dengan harga Rp 53 ribu, beras premium Rp 69.500 per lima kilogram, tepung beras 500 gram Rp 7 ribu dan gula pasir Rp 16 ribu per kilogram.

Baca Juga :   Polres Sukabumi Kota Hidupkan Program Jum’at Berbagi

“Kami cek pembagiannya tertib. Di pasar murah beras SPHP tersedia 1,5 ton atau sekitar 300 karung beras,” ujar Bima Arya.

Bima Arya mengatakan, operasi pasar murah beras SPHP ini merupakan langkah koordinasi Pemkot Bogor bersama Bulog untuk mengatasi kelangkaan beras dan juga harga beras yang sedang mahal. Sembari menunggu hasil panen yang akan terus bertahap.

Baca Juga :   Wali Kota Bogor Antusias Jemput Peserta Project 100, Kenalkan Bangunan Heritage

Pasar beras murah SPHP ini sudah digelar sejak 20 Februari sampai 8 Maret 2024 mendatang disebar di 14 titik se-Kota Bogor.

“Ini sudah hari ke lima pasar beras murah. Total sudah 7,5 ton beras SPHP terjual karena harganya jauh lebih murah daripada di pasar,” terang dia.

(Foto : Diskominfo Kota Bogor)

Di tempat yang sama, Kepala Dinkukmdagin Kota Bogor, Firdaus mengatakan, program Bulog Siaga ini dilakukan seiring dengan terjadinya kelangkaan beras yang diakibatkan karena harga beras sedang melambung tinggi. Pasar murah beras SPHP ini terselenggara atas koordinasi dari Pemkot Bogor kepada Bulog.

Baca Juga :   Anugerah Revolusi Mental 2023, Kota Bogor Raih Penghargaan Kategori Gerakan Indonesia Bersatu

“Alhamdulillah ini sudah hari kelima sejak Selasa 20 Februari. Mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan beras murah,” harapnya. (*Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *