FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi, Henki Irawan, yang diwakili oleh Kepala Seksi Tikim, Ready Jootje Ratag, menghadiri kegiatan Panen Raya Melon, pada Senin (05/05/2025). Kehadiran pejabat dari Kantor Imigrasi Sukabumi itu merupakan dukungan dan apresiasi atas langkah progresif Lapas Warungkiara dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian warga binaan.
Ready Jootje Ratag mengungkapkan, kegiatan ini selain membina kemandirian warga binaan juga membangun sinergitas dalam mewujudkan ketahanan pangan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif, tidak hanya membina kemandirian warga binaan, tetapi juga memperkuat sinergi antarinstansi dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan. Kami dari jajaran Imigrasi siap mendukung program-program produktif seperti ini ke depannya,” ujar Ready.
Panen Raya Melon ini juga disertai dengan pemaparan program ketahanan pangan yang tengah dikembangkan di Lapas Warungkiara, yang menjadikan pertanian bukan hanya sebagai sarana pembinaan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas tantangan ketersediaan pangan nasional.

Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Barat Berikan Apresiasi
Kegiatan panen raya melon ini mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, yang hadir secara langsung di Lapas Warungkiara.
Dalam sambutannya, Kusnali menyampaikan bahwa panen raya melon ini sebagai implementasi nyata salah satu dari 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam membangun ketahanan pangan dengan memberdayakan warga binaan.
“Program ini selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Program pembinaan ini diharapkan dapat bermanfaat, dimana warga binaan diberikan keterampilan dalam bidang pertanian, ketika kembali ke masyarakat mereka telah memiliki keahlian dan bekal untuk berusaha.
Sebelumnya, Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen pembinaan yang dilakukan Lapas sebagai jalan perubahan bagi warga binaan.
“Kami menjadikan kegiatan ini sebagai kontribusi nyata dalam pembangunan nasional melalui sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan. Warga binaan dilibatkan secara aktif, mulai dari penanaman, perawatan hingga panen, dengan pendekatan pertanian modern dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Sementara, Bupati Sukabumi yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia turut menyampaikan dukungannya atas program inovatif yang digagas oleh Lapas Warungkiara.
Dengan semangat kolaboratif dan inovatif, Lapas Warungkiara telah menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan dan pemberdayaan demi masa depan yang lebih baik.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah undangan penting, termasuk perwakilan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, unsur Forkopimda Kabupaten Sukabumi, Kantor Imigrasi Sukabumi, serta Kantor Imigrasi Cianjur. (*/Red)











