Breaking News

Diteriaki Maling, Dua Pemuda Nyaris di Hakimi Massa di Nagrak Kabupaten Sukabumi

G dan IR saat di Kanator Polsek Cibadak. (Foto : Rudi Tanjung)

FOKUSMEDIANEWS.COM, KAB SUKABUMI – Dua pemuda nyaris jadi bulan-bulanan massa karena diduga maling. Kedua pemuda itu, masing-masing G (26) dan IR (28) berhasil diselamatkan pilisi saat diamankan di Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Saat kejadian keduanya mengaku tak sadar karena dalam pengaruh obat.

Saat ditemui di kantor Polsek Cibadak Sabtu (02/12/2023) malam, G dan IR menuturkan, mereka diteriaki maling oleh warga saat berbelanja disalah satu warung di Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak. Karena kaget bercampur takut jadi sasaran massa, ia dan rekannya melarikan diri ke arah Desa Girijaya.

“Saya tak tahu pak, tadi saya dan rekan saya membeli rokok disalah satu warung, perasaan saya punya uang 2000 ribu rupiah untuk membeli rokok, setelah itu saya dan rekan saya langsung berangkat mengunakan kendaraan roda dua, dan tiba-tiba diteriaki maling oleh warga. Karena panik saya memacu kendaraan lari dari warga yang mengejar,” ungkap G dan IR saat ditemui di Polsek Cibadak, dilansir dari idenews.id

Dua pemuda asal Nagrak tersebut juga mengaku tak sadar apa yang mereka lakukan hingga diteriaki maling oleh warga.

Baca Juga :   Hari Jadi Bogor Dimeriahkan Gelar Seni Tari dan Pencak Silat, Bima Arya Ngibing Bareng Peserta

“Saya tak sadar pak, sebab kami di bawa pengaruh obat jenis tramadol, tadi saya minum dua butir perorang setelah membeli di daerah Cibadak. Kami diamakan di kantor desa, sempat terkena pukul massa, tapi beruntung ada pak polisi mengamankan dan menyelamatkan saya dan rekan saya,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Ali Jupri didampingi oleh Kanit Reskrim Polsek Cibadak, Ipda Asep Suhriat dan Kanit Polsek Nagrak, Aipda Ariek Derly Boy Hidayat, yang hadir saat penyerahan dua orang pemuda tersebut mengatakan, setelah melihat vidio viral yang beredar di media sosial Facebook, ia sangat menyayangkan terjadinya amuk massa saat Polisi sudah berada di TKP mengamankan kedua pemuda tersebut.

Baca Juga :   PJ Walikota Cirebon Dorong Perangkat Daerah Tingkatkan Kerjasama dengan Media Online

“Saya sangat menyayangkan, perilaku warga yang terkesan main hakim sendiri, padahal saat itu pihak kepolisian sudah hadir untuk mengamankan dua pemuda tersebut,” ungkap Ali Jupri.

Lanjut Ali Jupri, beruntung pada saat pengamanan tidak ada anggota kami yang mengalami cedera untuk menghindari amuk massa, pada saat mengamankan dua orang pemuda yang diduga melakukan pencurian sehingga diteriaki maling.

Baca Juga :   Hari Pers Nasional 2024, Wakil Wali Kota Bogor Ajak Pers Kawal Pemilu

“Nanti akan kita periksa semuanya, baik dua orang pemuda dan juga warga yang main hakim sendiri, agar itu menjadi edukasi bagi warga lain, untuk tidak main hakim sendiri disaat petugas kepolisian hadir,” pungkasnya. (*lansr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *