Breaking News

Bersama Prodi Komunikasi Digital dan Media SV IPB, Putuskan Stigma ‘Jurusan Komunikasi Cuma Ngomong Doang’

Contoh Karya Ilustrasi maskot, salah satu tugas mata kuliah event organizer pada Prodi Komunikasi Digital dan Media SV IPB. (Gambar : Dok Penulis)

Penulis : Kamila Futri H

FOKUSMEDIANEWS.COM – Berbicara tentang ilmu komunikasi, pasti yang terlintas di benak kita adalah proses pertukaran informasi satu individu dengan individu lainnya. Segala hal yang mencakup komunikasi tentunya tidak terlepas dari kehidupan sosial manusia sehari-harinya. Komunikasi juga menjadi aspek penting dalam dunia kerja. Dalam beberapa kasus di dunia kerja, orang pintar yang kemampuan komunikasinya kurang akan kalah dengan orang yang biasa saja namun memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Komunikasi membantu mengatasi masalah, mempermudah proses kerja dan meningkatkan produktivitas (Adinda & Kusumadinata, 2023).

Memiliki keterampilan berkomunikasi artinya orang tersebut dapat diandalkan untuk unjuk diri menghadapi publik, karena tidak semua orang memiliki keberanian untuk dapat tampil dan bicara didepan umum. Keterampilan bicara di depan umum memiliki manfaat yang meliputi pengembangan perbendaharaan kata, dan kemampuan bicara yang lancar, pengembangan kemampuan pribadi, pengembangan kemampuan kepemimpinan, pembelajaran bagaimana mempengaruhi orang lain, dan meningkatkan kualitas hubungan sosial (Barnard, 2017).

Namun sayangnya sudah menjadi rahasia umum jika jurusan ilmu komunikasi mendapat stereotip “Kuliah cuma ngomong doang” di mata masyarakat. Beredar pula isu meresahkan seperti, kuliah jurusan ilmu komunikasi akan sulit mendapatkan pekerjaan. Terlepas dari stigma negatif tersebut, perlu adanya pemahaman setiap individu untuk melihat bahwa ilmu komunikasi memiliki potensi yang menjanjikan di dunia kerja.

Baca Juga :   Peringati HRI, BNPB Bersama Squad PBI Gelar Pameran dan Simulasi Kebencanaan

Pada era digitalisasi ini, beberapa pekerjaan di masa depan sangat mungkin untuk tergantikan oleh teknologi. Sumber daya manusia akan tersingkirkan guna meningkatkan efisiensi, produktivitas dan menekan biaya dalam jangka panjang. Jika mengaitkannya dengan ilmu komunikasi, ada beberapa pekerjaan yang berpotensi untuk hilang, misalnya presenter dan customer service. Maka dari itu perlu adanya inovasi yang berorientasi ke masa depan untuk menghadapi hal tersebut.

Mengenal Prodi Komunikasi Digital dan Media SV IPB

Program D4 di Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor memiliki program studi Komunikasi Digital dan Media (KMN). Tak dapat dipungkiri, program studi ini menjadi program studi terfavorit di Sekolah Vokasi (SV) IPB. Program studi Komunikasi Digital dan Media sama hal nya dengan jurusan Ilmu Komunikasi dari segi materi mendasar. Program studi ini memperdalam setiap pekerjaan dalam lingkup komunikasi yang dibutuhkan di masa depan dalam bentuk mata kuliah.

Tercatat, program studi ini memiliki 28 prospek kerja pada bidangnya. Hal ini tentunya sudah jelas
menggambarkan bahwa ilmu yang dipelajari tidak hanya sebatas bagaimana berkomunikasi yang baik saja. Pada praktiknya program studi ini mempelajari seputar komunikasi dan media di dunia pekerjaan. Bahkan, para mahasiswa sudah produktif turun lapangan menjalankan setiap proyek mata kuliah mulai dari semester pertama. Bertemu dan bekerja sama dengan lingkungan eksternal menjadi salah satu pembiasaan diri melatih kemampuan berkomunikasi dan juga etiket dalam menghadapi dunia kerja. Pembentukan karakter mahasiswa Komunikasi Digital dan Media secara verbal maupun non verbal dibangun dari mulai hal kecil, seperti berpenampilan rapi dan menarik.

Baca Juga :   Peningkatan Kualitas Layanan Publik Jadi Penekanan Bupati Sukabumi Saat Rapat Dinas

Adapun beberapa mata kuliah seperti public speaking, dan komunikasi bisnis, mengharuskan setiap mahasiswa memakai office wear dari ujung kepala hingga ujung kaki, serta diwajibkan menggunakan makeup bagi perempuan. Selain itu, kemampuan presentasi sangat ditekankan pada setiap mahasiswa. Hal ini menciptakan lingkungan yang kompetitif namun tetap saling suportif, sehingga setiap mahasiswa selalu unjuk diri menjadi versi terbaik dari diri mereka masing-masing.

Semua mata kuliah program studi Komunikasi Digital dan Media, relevan dengan dunia kerja di ranah komunikasi, mulai dari industri media, industri kreatif, hingga event organizer. Setiap tugas dan proyek yang dijalankan dari setiap mata kuliah tentunya akan menjadi bekal mahasiswa untuk terjun ke dunia kerja. Contohnya mata kuliah praktik penulisan media yang mempelajari jenis-jenis tulisan di media, kemudian proses menulis, hingga bisa sampai dimuat media untuk menjadi sumber informasi bagi masyarakat.

Baca Juga :   Artificial Intelligence Melanda, Tak Ada Alasan Untuk Berhenti Berkarya

Siapapun Bisa Terampil Berkomunikasi

Produktivitas mahasiswa yang setiap harinya bergelut dengan kata-kata ini seringkali menimbulkan pertanyaan mengenai kecocokan lingkungan dengan kepribadian masing-masing, introvert atau ekstrovert. Jawabannya hanyalah pada diri sendiri, karena pada kenyataannya banyak sekali seorang introvert yang berkecimpung di program studi ini. Keinginan untuk belajar dan eksplorasi diri dari zona nyaman, menjadi pondasi untuk dapat mengembangkan diri di program studi Komunikasi Digital dan Media.

Kemampuan memiliki rasa percaya diri untuk tampil khususnya di depan umum, bisa dikembangkan oleh siapapun. Lingkungan yang tepat akan membawa individu untuk terus berkembang menggali potensinya, sehingga tidak ada alasan untuk tidak belajar.

Walaupun begitu perlu diingat, lulusan Komunikasi Digital dan Media tidak dikhususkan bekerja didepan layar saja, bagi yang kurang percaya diri dan senang bekerja di belakang layar, pekerjaan sebagai desainer grafis, penulis, social media specialist dan editor, bisa menjadi pilihan yang tepat. (*KF)

Penulis : Kamila Futri H (Mahasiswa Sekolah Vokaksi IPB University  Program Studi Komunikasi Digital dan Media)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *