Breaking News

Bangun Kultur Warga dalam Pengelolaan Sampah, Pemkot Bogor dan Mitra Kerja Lakukan Pendampingan

Wali Kota Bogor saat meninjau pengelolaan sampah dirumah-rumah warga dengan melakukan pemilahan sampah. (Foto : Diskominfosan Kota Bogor)

FOKUSMEDIANEWS.COM, KOTA BOGOR – Dalam mengelola sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat ini menerapkan strategi penanganan dari sumbernya atau dari hulu, yaitu rumah tangga. Karena itu, membangun kultur dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah menjadi bagian penting yang terus dikembangkan melalui pendampingan kepada warga.

Pendampingan kepada warga tersebut salah satunya dilakukan oleh Satgas Ciliwung Kota Bogor. Satgas ini dibentuk oleh Wali Kota Bogor Bima Arya melalui SK Wali Kota pada tahun 2018. Saat ini tercatat sudah ada 20 RT prioritas pendampingan dari target 48 RT hingga akhir 2024.

Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Sekretaris Satgas Naturalisasi Ciliwung, Een Irawan Putra meninjau langsung proses penanganan sampah dari sumbernya melalui pendampingan yang dilakukan oleh Satgas Naturalisasi Ciliwung dengan memilah sampah dari rumah.

Peninjauan dilakukan pada Senin (15/4/2024) di dua RT, masing-masing RT 4/ Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal dan RT 1/ 8 Kampung Bantarjati Lebak, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara.

Baca Juga :   Bima Arya : Kota Bogor Rawan Bencana, Perlu Menguatkan Kultur Warga yang Selalu Siap Siaga
Wali Kota Bogor Bima dan Satgas Ciliwung meninjau pemilahan sampah yang dilakukan warga dimasing-masing rumah. (Foto : Diskominfosan Kota Bogor)

Bima Arya mengatakan, Satgas Ciliwung Kota Bogor tidak hanya fokus pada naturalisasi sungai, tapi juga membangun kultur warga supaya bisa mengelola sampah dari rumah.

“Terima kasih untuk Kang Een dan teman-teman satgas yang sudah sangat luar biasa, tak kenal lelah, tak putus asa. Ada seleksi alam tentunya, ada yang berguguran di tengah jalan tapi yang tersisa ini Insya Allah pilihan dan yang terbaik,” katanya.

Bima Arya juga memastikan akan memperjuangkan agar Satgas ini terus dikukuhkan dan diperkuat. Karena cita-cita Kota Bogor adalah menyelesaikan sampah dari hulu, dari sumbernya, dari rumah tangga.

Saat peninjauan, Bima Arya dan rombongan melakukan penyusuran pada pemukiman padat penduduk di sekitar bantaran rel kereta dan bantaran sungai. Setiap rumah sudah memiliki tempat sampah sendiri yang digunakan untuk memilah sampah. Dua tempat sampah itu berisikan sampah organik dan non organik.

Sampah yang sudah dipilah itu nantinya akan dikumpulkan di tempat penampungan. Selanjutnya, ada yang diolah dan ada yang dijual ke pengepul barang bekas. Ada yang dibawa ke tempat pengolahan plastik Mekar Wangi dan ada pula yang dijadikan pupuk atau kompos.

Baca Juga :   Masyarakat dan Komunitas Apresiasi Konsistensi Penerapan Perda KTR di Kota Bogor

Saat ini sampah yang berhasil dipilah dari rumah sebanyak 38 ton organik, 70,6 ton anorganik dan 29 ton sampah plastik.

Wali Kota Bogor Bima Arya saat berbincang dengan Satgas Ciliwung Kota Bogor dan warga. (Foto : Diskominfosan Kota Bogor)

Sekretaris Satgas Naturalisasi Ciliwung, Een Irawan mengatakan, sejak dibentuk oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya melalui SK Wali Kota sejak 2018 saat ini satgas kurang lebih sudah berjalan 6 tahun.

Niat awal dari dibentuknya Satgas ini adalah untuk mendorong perubahan perilaku warga, karena masalah yang ada di sungai di Ciliwung adalah masalah lingkungan terkait dengan masalah perilaku dan kultur.

“Nah, sebenarnya kita mencoba menyelesaikan permasalahan sampah ini di hulunya, yaitu di rumah tangga. Bagaimana caranya? Ya didampingi warganya, difasilitasi, diedukasi dan sosialisasikan bagaimana dampaknya, bagaimana pengelolaan sampah dengan baik. Nah, itu misinya menyelesaikan masalah di sumbernya dan juga menyelesaikan sampah wilayah dalam artinya tidak ada lagi sampah dibawa ke TPA,” ujarnya.

Baca Juga :   Serap Keluhan dan Masukan Masyarakat, Polsek Cicurug Gelar Jum'at Curhat Presisi

Ini lanjut Een, sebagai upaya Kota Bogor mempersiapkan juga Indonesia tanpa TPA baru pada tahun 2030, seperti yang sudah dicanangkan KLHK. Dibanding wilayah lain kata dia, Kota Bogor sudah selangkah lebih dahulu menyiapkan persiapan itu.

Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi Satgas Ciliwung berbincang dengan warga. (Foto : Diskominfo Kota Bogor)

“Untuk itu saya sampaikan ke pak wali, kita harus bersiap dari kita sendiri, pemerintah daerah dari wilayah dan inilah salah satu upayanya. Memang masih skala kecil hanya 45 orang satgas Ciliwung dengan kemampuan yang ada mendampingi 48 RT. Saat ini sudah ada terbaca skemanya  setiap RT itu rata-rata  sampah plastik ada di 200 – 300, kilo sampah plastik perbulan yang tidak dibawa ke TPA, jadi sekitar 1,2 ton satu RT per tahun,” jelasnya.

Menurutnya, untuk menjadikan skema ini sebagai gerakan masif mengelola sampah dari sumbernya, perlu ada kebijakan yang kuat dari pemerintah pusat. Sehingga tidak hanya di Kota Bogor, tapi juga bisa diterapkan di kabupaten/kota lainnya. (*rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *