FOKUSMEDIANEWS.COM, BOJONGGENTENG SUKABUMI – Riuh rendah sorak-sorai di Kompleks Pondok Modern Assalam Putra awal September lalu masih menyisakan gaung kebanggaan yang mendalam bagi keluarga besar MI Cibodas. Di bawah terik matahari dan dinginnya angin malam perkemahan, puluhan sekolah bertarung memperebutkan kehormatan tinggi dalam ajang Lomba Tingkat (LT) II Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Bojonggenteng Tahun 2026. Namun, di antara 23 pangkalan SD/MI yang bersaing ketat, kontingen MI Cibodas-lah yang akhirnya berdiri paling tegak, memahat tinta emas dalam sejarah prestasi madrasah mereka.
Pencapaian kali ini benar-benar luar biasa. Bukan sekadar menang, MI Cibodas mendominasi arena dengan memboyong total 12 trofi dari berbagai mata lomba keahlian pramuka. Dominasi mutlak ini mengantarkan mereka sukses mengawinkan dua piala Juara Umum sekaligus untuk Golongan Penggalang SD/MI tingkat kecamatan.
Kemenangan besar ini merupakan buah manis dari proses panjang yang menguji mentalitas anak didik. Mulai dari ketangkasan mengikat tali pada kategori Pioneering, kecepatan membaca sandi pada Semaphore, hingga keselarasan gerak dalam Peraturan Baris-Berbaris (PBB), semuanya dieksekusi dengan tingkat disiplin yang tinggi. Pangkalan ini menyapu bersih Juara 1 untuk Pioneering Putri, Semaphore Putra dan Putri, Semaphore Pluit Putra, hingga PBB Putra. Selebihnya, mereka kokoh di podium kedua dan ketiga, termasuk menahbiskan diri sebagai Juara 2 Pangkalan Terfavorit.
Kepala MI Cibodas, Nana Suryana, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan gurat kebahagiaan di wajahnya saat merefleksikan keberhasilan bersejarah ini. Menurutnya, 12 trofi yang kini berjejer rapi di etalase madrasah adalah bukti nyata dari komitmen, latihan tanpa lelah, dan kekompakan yang solid antara peserta didik dan para guru pembina.
Meski begitu, bagi Nana, nilai sejati dari sejarah emas ini tidak melulu soal deretan piala yang dibawa pulang. Esensi terdalam dari gerakan pramuka berada pada pembentukan karakter anak-anak di sepanjang prosesnya. Di bumi perkemahan itulah, ego dilebur menjadi kerja sama, kemandirian dipicu saat jauh dari orang tua, dan jiwa kepemimpinan diasah melalui tanggung jawab kelompok. Ujian mental di usia sekolah dasar tentu tidak mudah, namun anak-anak MI Cibodas berhasil membuktikan bahwa mereka mampu tampil berani di medan laga.
Kini, tenda-tenda di Assalam Putra telah dikemas dan riuh kompetisi telah usai. Namun, momentum emas ini diharapkan menjadi bahan bakar baru bagi seluruh siswa untuk tidak cepat puas dan terus mengasah potensi diri. Prestasi gemilang di tahun 2026 ini diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi serta motivasi bagi madrasah-madrasah lain untuk terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya cakap, tetapi juga mandiri, disiplin, dan berkarakter tangguh. (Rls/Red)











