FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah masih menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan. Menanggapi isu krusial tersebut, Kelompok Eskul Literasi SMPN 13 Kota Sukabumi mengambil langkah nyata dengan meluncurkan sebuah karya film pendek edukatif berjudul “Salah Langkah” sebagai media kampanye kreatif anti-perundungan.
Tangkapan layar salah satu adegan dari film pendek berjudul “Salah Langkah” yang merupakan karya edukatif dari Kelompok Eskul Literasi SMPN 13 Kota Sukabumi.
Melalui pendekatan seni visual, film pendek yang mengambil latar langsung di lingkungan sekolah ini mengupas tuntas dampak buruk dari tindakan perundungan, baik secara fisik maupun verbal. Tidak hanya menyoroti konflik di dunia nyata, film ini juga menyelipkan pesan moral yang tegas terhadap bahaya cyberbullying, seperti maraknya kebiasaan melayangkan komentar jahat di media sosial menggunakan akun palsu demi menjatuhkan mental sesama pelajar.
Karya yang disutradarai oleh siswi berbakat, Rd Ratu Dinar Nusantara Putri Abdul Salam, sukses menyampaikan narasi kuat agar sesama pelajar bisa saling mendukung, alih-alih saling menjatuhkan. Melalui alur cerita yang sangat dekat dengan keseharian remaja, “Salah Langkah” berhasil menuai banyak pujian karena menjadi panduan perilaku yang nyata bagi para murid untuk saling menghargai.
Apresiasi tinggi pun datang dari pihak sekolah. Kepala SMPN 13 Kota Sukabumi, Nunung Nurjanah, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa kreativitas ini menjadi bukti bahwa gawai atau handphone di tangan pelajar bisa melahirkan dampak yang sangat positif. Menurutnya, kebijakan pembatasan gawai di sekolah bukan berarti mengekang, melainkan melatih murid agar bisa memposisikan kapan dan untuk apa teknologi itu digunakan.
Bagi masyarakat yang penasaran, film edukatif ini sudah bisa ditonton langsung melalui kanal YouTube lewat tautan Film Pendek Salah Langkah. Pembuatan film ini juga mendapat dukungan penuh serta sponsor dari PT Ragamulya Suryakencana Warta Indonesia (Wartain.com).
Selain fokus pada gerakan stop bullying, film ini juga merajut edukasi digital mengenai pentingnya disiplin sekolah dan literasi bermedia sosial. Jalan ceritanya memberikan tamparan keras agar remaja tidak mudah percaya pada video viral atau informasi yang belum jelas kebenarannya, sekaligus menekankan pentingnya verifikasi informasi demi menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks yang kerap memicu salah paham.
Hal menarik lainnya yang disisipkan di sela-sela cerita adalah hadirnya adegan hangat mengenai Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Melalui dialog antar-tokohnya, para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas program pemenuhan gizi ini. Kehadiran makanan sehat di sekolah dinilai menjadi fondasi utama yang sangat membantu menjaga stamina, konsentrasi, dan fokus mereka selama belajar di kelas.
Melalui sinematografi yang apik, Eskul Literasi SMPN 13 Kota Sukabumi berhasil mengirimkan pesan kuat kepada generasi muda di seluruh Indonesia: daripada menggunakan teknologi untuk hal yang sia-sia atau memicu perpecahan, alangkah baiknya jika gawai dioptimalkan untuk menciptakan karya seni yang menginspirasi sesama pelajar. (SRM/Red)






