Breaking News

Lahir di C’KOPI GAUD. Filosofi Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh di Balik Layar 31 Desa Wisata Baru Sukabumi

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Asap tipis mengepul dari cangkir-cangkir di C’KOPI GAUD. Kedai ini bukan sekadar tempat menyeduh Kopi Americano, Longblack atau Cafe Latte. Di sini, gagasan besar sering lahir dari obrolan paling santai.

Sore itu, sang pemilik C’KOPI GAUD sekaligus Penasehat PWI Kabupaten Sukabumi, Kang Avhes, sibuk menyeduh kopi. Di hadapannya, melingkar para tokoh media dan literasi, diantaranya Aam Abdul Salam (Penasehat PWI & SMSI/ Presidium MD KAHMI), Dede Heri (Rumah Literasi Merah Putih), Siti Ratna Maymunah (CEO Wartain.com), serta Achmad Zazuli
(CEO Investa.id/Plt. Sekretaris PWI Kabupaten Sukabumi).

Topik meja Coffe Latte kali ini berat, namun, hal itu diseruput dengan rileks. Mereka merespon langkah Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, yang baru saja mengukuhkan 31 desa/ kampung wisata di Karangpara, Gunungguruh.

“Desa wisata itu panggung orisinalitas,” puji Kang Avhes sambil menyodorkan kopi hangat racikan nya.

Baca Juga :   Boxies 123 Mal Bantu Percepatan Penanganan Stunting Kota Bogor

Dari Cimaja yang magis hingga eksotisme Megalodon, Sukabumi adalah kanvas seni yang hidup. Di meja C’KOPI GAUD, mereka sepakat bahwa 31 desa ini jangan sampai terjebak komersialisasi hambar. Seni arsitektur lokal, tutur bahasa yang santun, dan ritme hidup pedesaan adalah karya seni tertinggi yang dicari manusia modern, tegas Kang Avhes.

Aam melihat momentum ini dari akar sosiologis Sunda. Pengukuhan ini adalah pemulihan identitas”.

Desa bukan halaman belakang kota, melainkan pusat peradaban baru.

Untuk membangun pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism) adalah wujud nyata Filosofi Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh”

Warga desa harus menjadi sutradara di tanah mereka sendiri, bukan sekadar penonton industrialisasi pariwisata, ungkap Aam.

Siti Ratna Maymunah CEO Wartain.Com membedah angka-angka dengan optimis namun realistis. Destinasi baru berarti pasar baru bagi UMKM lokal.

Sirkulasi Pendapatan Uang dari wisatawan langsung masuk ke warung warga, pemandu lokal, dan penginapan rakyat.

Baca Juga :   Sekda Kota Bogor Tinjau Lahan di BNR, Berencana Dibangun Rusun dan Hutan Kota

Untuk kemandirian Fiskal, optimalisasi potensi pariwisata akan mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes) secara mandiri.

Untuk pemberdayaan Perempuan, dengan Industri kreatif pedesaan biasanya digerakkan oleh kelompok perempuan tani dan pengrajin lokal, ujar Siti Ratna juga sebagai Bendahara SMSI Sukabumi Raya.

Achmad Zazuli CEO Investa.Id dan
Dede Heri senada menarik ruang diskusi ke ranah batiniah. Wisata ke Sukabumi harus menjadi perjalanan spiritual (spiritual tourism).

Suasana asri di Buniayu, keheningan di Gunung Wayang, atau gemercik air di Leuwi Ereng bukan sekadar pemandangan. Mereka adalah sugesti ketenangan. Destinasi ini harus dirawat agar tetap bersih dan asri, menjadi tempat penyembuhan (healing) bagi jiwa-jiwa urban yang lelah, ungkap Achmad Zazuli.

Komitmen Pena dan Literasi

Obrolan di C’KOPI GAUD mengkristal pada satu kesadaran maklumat Bupati H. Asep Japar. Hal ini butuh kerja kolosal. Di sinilah PWI dan SMSI Sukabumi Raya mengambil tanggung jawab moral. Tugas media bukan lagi sekadar menulis berita seremonial, melainkan membangun literasi pariwisata di tengah masyarakat.

Baca Juga :   Pj Wali Kota Bogor Pimpin Apel Besar di Dishub, Ini Arahannya

Lakukan Edukasi Sadar Wisata, menulis narasi yang mengubah pola pikir warga agar menjadi tuan rumah yang ramah dan menjaga kebersihan.

Mengangkat keunikan spesifik dari setiap desa pada 31 desa.  Seperti pada Desa Hanjeli, Purwasedar, atau Ciburial,  ke kancah Nasional dan Global.

Mengawal agar pembangunan infrastruktur pendukung tetap menjaga kelestarian alam dan tidak merusak tatanan adat.

Kopi yang dihidangkan mulai terasa dingin, namun semangat di lingkar meja justru makin hangat. Pengukuhan 31 desa wisata adalah awal dari perjalanan panjang. Dengan gotong royong, pena jurnalis, dan kesadaran warga, bumi Sukabumi siap menyuguhkan ketenangan sejati bagi dunia.