Breaking News

Forkopimda Kab Sukabumi Gelar Pertemuan Lintas Agama: Kuatkan Persatuan, Jaga Kodusivitas serta Kerukunan Umat

Pertemuan (silaturahmi) Forkopimda Kabupaten Sukabumi dengan tokoh lintas agama, di Pendopo Kabupaten Sukabumi (foto : istimewa)

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Bupati Sukabumi H. Asep Japar serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sukabumi lainnya, berkumpul bersama tokoh lintas agama se-Kabupaten Sukabumi di Pendopo, pada Kamis (3/7/2026). Kegiatan dalam rangka silaturahmi ini dihadiri juga oleh Staf Khusus Kementerian Hak Asasi Manusia, Thomas Harming Suwarta.

Dalam kesempatan tersebut, H. Asep berterima kasih kepada semua pihak yang terus menjaga kondusifitas dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Sukabumi.

“Alhamdulillah dan terima kasih kepada semua pihak. Kita bisa bersilaturahmi memperkuat kesatuan dan persatuan serta mempererat tali persaudaraan di antara kita,” ujarnya.

Baca Juga :   Persib Bandung vs Persija Jakarta, Kapolresta Bandung : Pertandingan Tanpa Penonton

Bupati mengajak semua pihak untuk bersama-sama, berkolaborasi menegakan dan menjaga kerukunan beragama. “Harus kita tanamkan bahwa kebebasan beragama dan berkeyakinan merupakan hak dasar yang diatur dalam undang-undang. Termasuk dalam konstitusi dan konvensi internasional tentang hak sipil politik,” tegasnya.

Bupati menyampikan keprihatinannya atas peristiwa yang terjadi di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, beberapa waktu lalu. Ia berharap, peristiwa tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari.

“Semoga kita semua bisa mengambil hikmah besar dari peristiwa tersebut,” harapnya.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian menegaskan, pengrusakan tempat yang terjadi di Kecamatan Cidahu, bukanlah tempat ibadah beragama. Hal itu melainkan rumah singgah atau villa yang saat itu kebetulan digunakan untuk aktifitas terkait kegiatan agama.

Baca Juga :   Pemkab Sukabumi Gelar Forum Konsultasi Publik, Jaring Aspirasi Prioritas Pembangunan

“Insinden di Cidahu ada yang mengaitkan ke agama ataupun SARA, berdasarkan fakta di lapangan tidak seperti itu. Tempat yang dirusak merupakan rumah singgah atau villa. Peristiwa itu terjadi akibat kesalahpahaman,” tegasnya.

Oleh karena itu, dirinya meminta semua pihak untuk tidak tergiring opini dari sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Di Kecamatan Cidahu sendiri, menurut Kapolres, sejauh ini aman, tentram, dan damai.

“Faktanya,kebebasan beribadah di Cidahu sampai sekarang terjalin dengan baik. Bahkan masyarakatnya aman, kondusif, dan tentram,” ungkapnya.

Baca Juga :   Pj Wali Kota Bogor Apresiasi Program 'Bogorku Bersih'
Foto bersama usai pertemuan Forkopimda Kabupaten Sukabumi dengan tokoh lintas agama di Pendopo Sukabumi, 3 Juli 2025. (foto : istimewa)

Staf Khusus Kementerian Hak Asasi Manusia, Thomas Harming Suwarta juga membenarkan peristiwa di Cidahu, Kabupaten Sukabumi akibat kesalahpahaman. Terutama mengenai istilah tempat ibadah, rumah ibadah, dan tempat pembinaan rohani.

“Ini betul -betul murni kesalahpahaman. Adanya mispersepsi dan miskomunikasi,” bebernya.

Dirinya pun mengapresiasi kepolisian yang respon cepat. Sehingga bisa ditangani dan dinetrailisir dan tak berkembang.

“Ini betul-betul kesalahpahaman semata, Bangsa Indonesia ialah bangsa yang menghargai keberagaman. Kita ini Bhineka Tunggal Ika,” pungkasnya. (*/Red)