FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat melakukan pemetaan (mapping) sejumlah ruas jalan prioritas yang akan diperbaiki pada tahun anggaran 2026. Langkah ini diambil di tengah kebijakan efisiensi yang memicu pemangkasan anggaran daerah.
Pemkab Sukabumi harus memutar otak agar perbaikan infrastruktur vital yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar.
Bupati Sukabumi H. Asep Japar melakukan blusukan ke beberapa titik lokasi, untuk memastikan pembangunan tepat sasaran. Disamping itu guna meyakinkan warga bahwa program peningkatan infrastruktur ini bukan sekadar wacana.
Salah satu titik lokasi yang dikunjungi Bupati yaitu kerusakan di ruas jalan Karang Tengah – Nagrak, Kecamatan Nagrak pada Selasa (19/5/2026).
Saat memantau kondisi lapangan, Bupati yang akrab disapa Kang Asjap ini menyapa warga setempat dengan hangat menggunakan bahasa Sunda.
“Assalamu’alaikum ibu, bapak, damang? Ieu sakanteman ngontrol jalan, ieu jalan awon, kedap deui di bangun ya. (Ini sekalian ngontrol jalan, ini jalan jelek, sebentar lagi akan dibangun ya),” ujar Bupati Asep Japar kepada, dikutipr dari kanal media sosial resmi Pemkab Sukabumi, Senin (25/6/2026).


Di sela-sela kunjungan tersebut, Bupati kembali menegaskan komitmen pemerintah, termasuk kepada para pengguna jalan yang melintas, bahwa proyek rekonstruksi jalan Karang Tengah – Nagrak masuk ke dalam skala prioritas utama tahun ini (2026).
Sebagai informasi, total jalan Kabupaten yang rusak di Kabupaten Sukabumi sepanjang 1.424,36 kilometer. Sementara total alokasi anggaran yang bersumber dari APBD tahun 2026 ini sebesar Rp4,065 Triliun, dikarenakan adanya pemangkasan anggaran.
Dengan anggaran tersebut yang dikelola secara ketat berbasis efisiensi dan skala prioritas, diproyeksi hanya dapat melakukan perbaikan sepanjang 507,6 kilometer saja. Hal itu dengan perhitungan standar pagu anggaran rekonstruksi Rp1,9 Miliar per Kilometer.
Pembangunan infrastruktur jalan tahun 2026 di Kabupaten Sukabumi fokus utamanya yaitu konektivitas antarwilayah, pemulihan jalur rawan bencana, dan peningkatan jalan penunjang ekonomi lokal.
(Redaksi)











