Breaking News

UTN dan IWDN Gelar Webinar Internasional, Buka Peluang Karir Ahli Halal di Kancah Global

FOKUSMEDIANEWS.COM, BOGOR 29 Mei 2026 – Dalam upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok utama tenaga ahli halal dunia, Fakultas Sosial dan Ekonomi Universitas Teknologi Nusantara (UTN) bekerja sama dengan Islamic World Development Network (IWDN) menggelar International Lecturer Series dalam topik Webinar Internasional bertajuk “Peluang Karir Ahli Halal di Tingkat Nasional dan Global.”

Acara yang berlangsung secara berani melalui Zoom ini menghadirkan sejumlah tokoh penting nasional dan internasional. Berikut pernyataan dari masing-masing sumber kunci.

Muhammad Zeinny H.S., S.E., M.B.A., CHBRP., CTT, Dekan Fakultas Sosial dan Ekonomi UTN. Sebagai penyelenggara dan Kolaborator, menegaskan komitmen penuh fakultasnya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia halal, “Fakultas Sosial dan Ekonomi UTN tidak hanya ingin melahirkan lulusan yang siap kerja secara teori, tetapi juga siap menjadi bagian dari ekosistem halal global. Webinar ini adalah bukti nyata bahwa kampus hadir untuk menjawab kebutuhan dunia akan profesional halal yang kompeten, etis, dan berdaya saing lintas negara.”

Baca Juga :   Fakultas Sosial dan Ekonomi Prodi Psikologi UTN Gelar PKM, Kembangkan Potensi ABK Menjadi Prestasi

Dalam Kesempatan Lain Dr. (c) Fakih Fadilah Muttaqin, Presiden Islamic World Development Network (IWDN) Sebagai presiden organisasi yang fokus pada pengembangan komunitas Islam dunia, menyoroti peluang besar bagi diaspora dan profesional Indonesia, “IWDN percaya bahwa dunia sedang membutuhkan lebih dari sekadar label halal. Dunia membutuhkan manusia-manusia yang memahami proses, etika, dan tanggung jawab sertifikasi. Indonesia memiliki modal besar: jumlah penduduk Muslim terbesar, pengalaman panjang, dan sekarang tiba untuk menciptakan ahli-ahli halal yang diakui secara global. Webinar ini adalah pintu masuk awal dari gerakan besar tersebut.”

Tokoh lain yang ikut menyampaikan paparan yaitu Prof. Dr. Kim Soo Il, Profesor Emeritus Busan University; Mantan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia dan Timor Leste; Pemilik Lembaga Sertifikasi Halal di Korea Selatan, sebagai salah satu tokoh kunci yang pernah memimpin hubungan kemitraan dengan Indonesia.

Baca Juga :   Universitas Teknologi Nusantara Maknai Bulan Ramadan: Saling Peduli dan Berbagi

Kim Soo Il kini berperan aktif dalam pengembangan sertifikasi halal di Korea berpendapat, “Selama saya menjadi duta besar, saya menyaksikan sendiri bagaimana produk halal Indonesia sangat diminati. Namun tantangannya adalah konsistensi dan kompetensi para ahlinya. Kini, saya membangun lembaga sertifikasi halal di Korea karena saya yakin pasar global membutuhkan tenaga ahli yang paham standar internasional sekaligus nilai-nilai lokal. Saya mendukung penuh Indonesia untuk ibu para ahli halal kelas dunia—dan saya siap membuka pintu kerja sama.”

Dr. Bebeb AK Djunjunan, Kepala Divisi Hubungan Internasional IKA UNPAD & Duta Besar Indonesia untuk Yunani juga menyampaikan paparan dalam webinar tersebut. Dengan pengalamannya sebagai diplomat di kawasan Eropa, Dr. Bebeb menekankan pentingnya diaspora dalam memperkuat ekosistem halal global.

Baca Juga :   Akademisi Ingatkan Pemimpin Baru di Daerah, Tugas Sangat Berat Menanti Mereka

“Sebagai Duta Besar untuk Yunani, saya melihat bahwa Eropa mulai serius membahas sertifikasi halal, tidak hanya untuk produk makanan tapi kosmetik dan pariwisata. Tapi mereka kekurangan tenaga ahli. Inilah emas bagi diaspora Indonesia dan para profesional di tanah air. Webinar ini bukan hanya acara juga biasa—ini adalah titik awal untuk membangun jaringan kerja global berbasis kompetensi dan kepercayaan,” ujar Dr. Bebeb.

Webinar ini diharapkan mampu melahirkan generasi baru Ahli Halal Indonesia yang tidak hanya bersertifikasi nasional, tetapi juga diakui di berbagai negara. “Dunia membutuhkan profesional halal yang terpercaya. Jadilah Ahli Halal. Ciptakan Dampak Global.”

Sumber: UTN