Breaking News

Yuk Berwisata ke Museum Megalodon dan Penangkaran Penyu di Sukabumi Selatan

Kantor Balai Pengawasan dan Konservasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan Pangumbahan Kabupaten Sukabumi (Foto : Ist)

FOKUSMEDIANEWS.COM, KAB SUKABUMI – Untuk mengisi hari-hari libur, anda sekeluarga mungkin sedang membuat rencana keluar kota untuk mengunjungi tempat wisata. Di Kabupaten Sukabumi banyak alternatif destinasi wisata yang bisa dikunjungi, diantaranya eduwisata Museum Megalodon dan Penangkaran Penyu di Pantai Pangumbahan yang berada di Sukabumi Selatan.

Lokasi Eduwisata Penangkaran Penyu Pantai Pangumbahan terletak di Kampung Ciburial, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap. Sementara Eduwisata Museum Megalodon terletak di Kampung Salenggang, Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Untuk menuju kedua tempat tersebut dibutuhkan waktu empat jam perjalanan dari Kota Sukabumi. Disarankan, dari Kota Sukabumi mengambil jalan arah Palabuahanratu – Kiaradua – Jampangkulon dan berahir di Kota kecil Surade. Kondisi ruas jalan tersebut cukup bagus, namun perlu berhati hati. Karena dampak bencana Desember 2024 masih ada titik titik longsor yang msih dalam perbaikan. Walaupun begitu ruas jalan menuju Kecamatan Surade bisa dilalui dengan baik.

Sepanjang jalan menuju tempat tujuan, anda akan disuguhi pemandangan alam yang memukau, hamparan hijau perkebunan teh, ngarai curam dan rimbunnya pepohonan akan melengkapi sensasional petualangan berlibur diwilayah Pajampangan (istilah sunda untuk Sukabumi selatan).

Saat menuju ke sana, selama diperjalanan anda akan disuguhi panorama alam dengan hijaunya hamparan kebun teh, ngarai curam, dan rimbunya pepohonan menambah lengkap petualangan berlibur ke Pajampangan.

Baca Juga :   Pemda Jabar Salurkan 122,499 ton Beras CPPD untuk 8 Desa di Kecamatan Ciracap

Museum Megalodon

Setibanya di Kota kecil Surade, untuk menuju ke Eduwisata Museum Megalodon, perjalanan dilanjutkan menuju Kampung Salenggang, akses masuknya dari Jalan ruas Cibarehong – Cibungur.

Museum Megalodon pertama di Indonesia itu berdiri di samping Balai Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Museum ini didirikan oleh masyarakat lokal bekerja sama dengan Pemerintah Desa Gunungsungging yang diresmikan pada 19 Februari 2021. Ini merupakan upaya untuk melestarikan warisan sejarah dan pusat wisata edukasi, berupa fosil-fosil hewan purba yang ditemukan oleh penambang di Goa Karanggitung dan Goa Gunungsungging di kawasan Pajampangan Kabupaten Sukabumi. 

Di luar negeri, museum seperti itu hanya ada di Peru, Inggris, dan Amerika. Karena sangat jarang, Museum Megalodon Gunungsungging sempat menjadi perhatian dunia internasional.

Di Museum berukuran 6 x 8 meter itu tersimpan segudang informasi seputar Megalodon. Ratusan fosil gigi hiu purba atau megalodon, moluska, ambergris, hingga tulang paus, gigi paus, dan lumba-lumba purba terpajang disana. Menurut informasi jumlahnya tak kurang dari 524 fosil yang tersimpan di museum tersebut.

Keberadaan fosil-fosil hewan purba itu membuktikan bahwa pada masa Miosen (12-23 juta tahun lalu), kawasan Pajampangan Sukabumi merupakan lautan yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Baca Juga :   Semangat Peduli Lingkungan, PWI Kabupaten Sukabumi Gandeng Mitra Kerja Lakukan Penanaman Ribuan Pohon di Lahan Kritis

Dengan mengunjungi Museum Megalodon anda sekeluarga tau bersama teman-teman anda akan menambah pengetahuan sejarah dengan tidak menghilangkan esensi wisatanya.

Penangkaran Penyu

Sementara jika ingin langsung menuju ke Eduwisata Penangkaran Penyu Pantai Pangumbahan, dari Surade perjalanan dilanjutkan menuju ke arah Ujunggenteng yang berjarak 18 kilo meter. Tidak sulit untuk sampai ke tempat tersebut. Cukup bertanya ke warga, anda akan diarahkan dengan bahasa ramah.

Berkunjung ke pantai sepertinya menjadi momen menyenangkan untuk mengisi libur panjang ahir pekan.
Pantai Pangumbahan sendiri terletak di Desa Pangumbahan, Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat. Pantai ini termasuk ke dalam deretan surga tersembunyi di pesisir barat Pulau Jawa.

Pantai Pangumbahan memiliki hamparan pasir silika yang menawan. Pasirnya berasal dari batuan tertua di Provinsi Jawa Barat, yang terletak di sekitar garis pantai. Pecahan atau reruntuhan bebatuan ini menghasilkan kuarsa yang biasa masyarakat gunakan untuk penyaringan air alami. Uniknya, pasir silika putih bersih tersebut akan berkilauan ketika terpapar sinar matahari.

Baca Juga :   Nyaris Celaka, Petugas Pengamanan Selamatkan Dua Anak yang Terpeleset ke Lubang Pinggir Pantai Cibuaya Ciracap Sukabumi

Salah satu daya tarik yang ada di Pantai Pangumbahan adalah melihat atraksi penyu bertelur. Aktivitas ini menjadi momen langka yang bisa pengunjung temui. Mengingat penyu hanya akan bertelur ketika musim panas sekitar bulan Mei sampai Agustus.

Jika ingin menyaksikan bagaimana penyu bertelur, Anda bisa datang sekitar pukul 19.00 WIB hingga 02.00 WIB. Namun, ketika proses bertelur berlangsung, pengunjung wajib menjaga volume suara atau tidak gaduh. Pasalnya, penyu cukup sensitif dengan suara-suara bising.

Pantai Pangumbahan Sukabumi sendiri memiliki program pelestarian penyu yang sangat aktif. Tim sukarelawan dan penjaga pantai bekerja sama dalam memantau serta melindungi telur-telur penyu. Kemudian melepaskan anak penyu yang baru menetas ke laut ketika usianya sudah mencukupi.

Pantai Pangumbahan menjadi kawasan konservasi penyu. Disana telah dibangun beberapa fasilitas dan sarana informasi seputar satwa penyu. Berkunjung ke sana anda akan diberikan informasi seputar hewan bertempurung, penyu.

Berkunjung ke Pantai Pangumbahan sangat beruntung, selain bisa berwisata di alam terbuka, juga akan menambah perbendaharaan pengetahuan seputar dunia satwa langka. Selamat berlibur di Kabupaten Sukabumi. (**/red)