Breaking News

Edukasi dan Kolaborasi Upaya Wujudkan Lingkungan Bersih Berkelanjutan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Prasetyo. (Foto : Istimewa)

FOKUSMEDIANEWS.COM, KAB SUKABUMI – Persoalan sampah di Kabupaten Sukabumi masih menjadi tantangan yang serius. Dinas Lingkungan Hidup (DLK) Kabupaten Sukabumi terus berupaya dan mencari solusi terbaik untuk mengatasinya. Salah satu upaya dengan menggencarkan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran serta kolaborasi dengan lintas sektoral.

Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Prasetyo menjelaskan, eduksi menjadi kunci utama dalam menciptakan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

“Kami terus mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, tentang cara menangani sampah dilingkungannya, mulai dari cara membuang sambah, hingga mendaur ulang,” ujar Prasetyo.

Baca Juga :   Bentuk Kerjasama RI-Australia Sektor Kesehatan, Segera Dibangun Rumah Sakit International di Kota Bogor

Prasetyo meyakini, kelompok anak muda memiliki peranan strategis dalam menginspirasi prilaku masyarakat. Karenanya dalam program eduksi kesadaran penanganan sampah ini, DLH Kabupaten Sukabumi secara aktif melibatkan generasi muda.

“Kami menggandeng berbagai elemen, termasuk kelompom anak muda, karena mereka adalah agen perubahan. Diharapkan mereka menjadi contoh dan ispirasi bagi banyak orang untuk menggerakkan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan yang berkesinambungan ,” jelasnya.

Baca Juga :   Jelang Health City Summit, Pemkab Sukabumi Gelar Rakor Penataan CA dan TWA Sukawayana

Prasteyo menambahkan, melalui program-program edukasi para pemuda diajak untuk memahami pentingnya memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan sampah organik untuk kompos.

“Ini bukan hanya tentang bekersihan, tetapi juga kesadaran menjaga dan menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.

Selain edukasi, DLH juga membangun kolaborasi dengan pemerintah kecamatan dan Desa/kelurahan, serta organisasi non pemerintah (NGO) untuk menciptakan kebijakan yang mendukung lingkungan bersih dan berkelanjutan.

“Kami berkolaborasi dengan pemerintah desa, kecamatan dan NGO, untuk membangun program-program pengelolaan sampah yang inovatif. Misalnya, pembangunan bank sampah, pengelolaan sampah menjadi energi, serta kampanye zero waste (gaya hidup bebas sampah ),” tegasnya.

Baca Juga :   Yuk Berwisata ke Museum Megalodon dan Penangkaran Penyu di Sukabumi Selatan

Gaya hidup bebas sampah bertujuan meminimalkan (menekan seminimal mungkin) sampah yang dihasilkan setiap hari. Ini akan terwujud bila ada kesadaran dari semua pihak.

“Setiap langkah kecil, seperti mengurangi penggunaan plastik atau upaya memilah sampah, merupakan investasi besar untuk masa depan. Mari kita jaga alam ini untuk masa depan.” pungkas Prasetyo. (*/Red)