Breaking News

Wabup Sukabumi Dampingi Kunker Tim Pengawas dan Evaluasi TMMD Tahun 2025

Wakil Bupati Sukabumi H Andreas mendampingi kunker Tim Pengawasan dan Evaluasi TMMD Ke-125 Tahun Anggaran 2025 di Aula Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, Kabaupaten Sukabumi. (foto : istimewa)

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Wakil Bupati Sukabumi H Andreas mendampingi kunjungan kerja Tim Pengawasan dan Evaluasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-125 Tahun Anggaran 2025 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi di Aula Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, Jumat (8/8/2025). Program TMMD ke-125 di Kabupaten Sukabumi berlangsung mulai 23 Juli hingga 21 Agustus 2025.

H Andreas mengungkapkan, sejumlah titik pekerjaan TMMD telah mencapai 80 persen, mencakup pembangunan jalan, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan air bersih, hingga program nonfisik seperti pelatihan masyarakat.

Baca Juga :   Ikut Demonstrasi, Dua WN Inggris Dideportasi Kanim Jakarta Pusat

“Semoga hasil kerja sama ini bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama pada akses jalan dan rumah layak huni,” kata Andreas.

Ia menambahkan, kemitraan antara pemerintah daerah dan TNI menjadi kunci mempercepat pemerataan pembangunan desa.  “Kerja sama ini harus semakin erat demi kemajuan daerah,” singkatnya.

Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Bambang Hadi Suseno saat mdelakukan kunjungan kerja selaku Tim Pengawasan dan Evaluasi TMMD Ke-125  di Aula Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, Kabaupaten Sukabumi. (foto : istimewa)

Sementara itu, Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Bambang Hadi Suseno menilai pembangunan rumah yang dilakukan dalam program TMMD di Kabupaten Sukabumi berjalan baik. Menurutnya, kondisi rumah warga yang semula memprihatinkan kini telah jauh membaik berkat kerja keras tim di lapangan.

Baca Juga :   Wakil Bupati Sukabumi Andreas Ajak Insan Pers Jadi Cahaya Informasi dan Mitra Strategis Pembangunan

“Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah bekerja sama dengan program TMMD ini. Mudah-mudahan ke depan program ini bisa berkelanjutan, dan kami akan terus membantu,” katanya.

Waaster menuturkan, sasaran TMMD memang diarahkan ke daerah tertinggal atau terisolasi, termasuk wilayah terdampak bencana.

“Pelaksanaan di sini tepat karena wilayah ini termasuk yang terdampak bencana. Semoga program ini dapat meningkatkan kualitas pembangunan desa,” ucapnya. (*)

Baca Juga :   KPID dan Pemrov Jabar Raih Penghargaan dari KPI Pusat