Breaking News

Update Penanganan Korban Bencana Longsor Cisarua, Pos DVI Terima 25 Kantong Jenazah

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., (Foto: Ist)

FOKUSMEDIANEWS.COM, BANDUNG – Proses identifikasi korban longsor dan banjir bandang di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat masih terus berlangsung.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menyampaikan perkembangan terbaru hasil proses identifikasi korban bencana berdasarkan data yang diterima di Pos DVI hingga pukul 17.00 WIB hari ini.

Pos DVI berfungsi sebagai tempat penampungan dan pemeriksaan jenazah hasil evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR gabungan di lokasi bencana. Hingga saat ini, personel SAR masih terus berjibaku di lapangan untuk mengevakuasi korban yang tertimbun material bencana.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., menyampaikan, bahwa berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 25 (Dua Puluh Lima) kantong jenazah telah diterima di Pos DVI. Jumlah tersebut bertambah setelah ditemukan Tiga jenazah utuh tambahan.

Baca Juga :   Pertemuan Forum CSR Kabupaten Sukabumi, Wabup Tegaskan Fungsi Strategis Korporasi dalam Pembangunan

Dari jumlah tersebut, 11 (Sebelas) jenazah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 10 (Sepuluh) jenazah utuh dan Satu potongan tubuh. Sementara sisanya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem.

Adapun korban yang telah berhasil diidentifikasi, di antaranya Suriana (L-57 tahun), Jajang Tarta (L-35 tahun), Dadang Apung (L-80 tahun), Nining (P-40 tahun, Nurhayati (P-42 tahun), Lina Ismayanti (P-43 tahun), Al-Sumari (L-35 tahun), Koswara (L-40 tahun), Koswara (L-26 tahun), Ayu Yuniarti (P-31 tahun), dan M. Kori (L-30 tahun) teridentifikasi dari satu potongan tubuh berupa tangan.

Baca Juga :   Sinergi Bangun Kabupaten Sukabumi, Bupati Siap Tindak Lanjuti Catatan DPRD atas LKPJ 2025

“Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh oleh tim DVI Polri bersama unsur terkait, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan ketelitian ilmiah.” ujar Kombes Hendra, Minggu (25/01/2026).

Sementara itu, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur relawan lainnya menghentikan sementara proses pencarian dan evakuasi akibat kondisi lapangan. Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada esok hari. Hingga kini, masih terdapat korban yang diduga tertimbun dan belum berhasil dievakuasi.

Baca Juga :   Sinergi Kemanusiaan PMC, Indonesia Care dan PWI Peduli: Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Korban Bencana di Kecamatan Cisolok

Tim DVI menyampaikan bahwa proses identifikasi dapat dilakukan lebih cepat apabila kondisi jenazah dalam keadaan utuh dan memiliki identitas pendukung. Namun, untuk jenazah berupa potongan tubuh tertentu, seperti bagian kaki, diperlukan waktu lebih lama untuk proses pencocokan data ante mortem.

Kabid Humas Polda Jabar memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar seluruh personel SAR, TNI-Polri, tenaga medis, relawan, rekan media, serta keluarga korban yang menanti kabar diberikan kekuatan dan keselamatan selama proses kemanusiaan ini berlangsung. (*/DM)