Breaking News

Sekda Kota Bogor Buka Club Foot Day Celebrations 2024, Berpesan Untuk Saling Menguatkan

Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah (ketiga dari kiri) saat membuka Club Foot Day Celebrations 2024, di Aula Dinas Kesehatan Kota Bogor. (Foto : Diskominfo Kota Bogor)

FOKUSMEDIANEWS.COM, KOTA BOGOR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah membuka Club Foot Day Celebrations 2024, di Aula Dinas Kesehatan Kota Bogor Jalan RM. Tirto Adhi Soerjo, Kota Bogor, Selasa (4/6/2024). Kegiatan memperingati ClubFoot Day international sedianya rutin dirayakan pada 3 Juni, namun karena bertepatan dengan Hari Jadi Bogor (HJB) peringatan digeser pada 4 Juni 2024.

Kegiatan yang mengusung tema “Empowerings Lives : Steps to ClubFoot freedom” itu merupakan perayaan Hari Pengkor Sedunia. Ini bentuk kepedulian terhadap ank-anak yang kakinya mengalami kondisi Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kaki pengkor. Di Kota Bogor ditemukan 32 anak dengan kondisi CTEV.

Dalam sambutannya, Sekda memberikan motivasi dan penguatan, agar sabar dan saling menguatkan juga saling memberi informasi karena tidak sedikit orangtua mengalami depresi menghadapi kondisi anak yang berbeda.

Baca Juga :   Dilantik Presiden, Dedie-Jenal Jadi Bagian Sejarah Indonesia

“Di Hari Jadi Bogor, biasanya kami melakukan operasi bagi penderita bibir sumbing, tapi hari ini kita berkumpul untuk bersama-sama menghadapi dan mengobati kondisi anak-anak yang menderita CTEV. Kita tidak ingin kondisi anak kita seperti ini atau mengalami kelainan,” kata Syarifah.

Dengan adanya komunitas ini diharapkan dapat saling memberikan pelajaran dan informasi untuk saling menguatkan. “Bapak ibu tidak sendiri, pembiayaan cukup besar, di sini ada doctorSHARE, semoga setelah mengetahui ini Pemkot Bogor bisa berkontribusi bersama bapak ibu sekalian,” kata Syarifah.

Direktur doctorSHARE, Tutuk Utomo Nuradi bagi Kota Bogor yang pencapaiannya ternyata juga luar biasa, dimana banyak orang tua yang memiliki anak dengan kondisi CTEV bisa langsung mendapat intervensi.

Baca Juga :   Imigrasi Sukabumi Gencar Sosialisasikan Layanan Elektronik Paspor dan Kenaikan Tarif Paspor

“Kebetulan anak saya mengalami kondisi CTEV tapi sekarang sudah sembuh dan hobinya main futsal. Jika dalam proses penyembuhan anak bapak ibu nangis karena harus menggunakan sepatu, jangan dicopot, kalau nanti digips terus menangis, itu adalah hal yang lumrah sebagai satu tahapan yang dilewati,” ucap Tutuk.

Ia juga menjelaskan, secara fakta proses pengobatan dan penyembuhan tidaklah mudah, bisa memakan waktu 3 sampai 4 tahun agar bisa sembuh dengan mengikuti arahan, informasi dan tahapan yang disampaikan dokter.

Peringatan tersebut, dijelaskan Tutuk, menjadi kegiatan yang pertama di Kota Bogor. CTEV atau kaki pengkor ini belum menjadi prioritas nasional. Melalui kegiatan pihaknya ingin memberikan informasi dan kesempatan kedua bagi anak-anak yang memiliki kondisi CTEV dan dukungan, agar bisa berjalan normal.

Baca Juga :   Kurangi Sampah Dari Sumbernya, Pemkot Bandung Bagikan Kang Empos

Saat ini di Indonesia, berdasarkan studi jumlah kasus CTEV adalah 1 dari 1000 kelahiran hidup. Jumlah anak yang mengalami kondisi CTEV dan yang tergabung dalam program CTEV atau dirawat doctorSHARE kurang lebih berjumlah 175 anak, jumlah tersebut belum semuanya. Tahun depan doctorSHARE akan menyasar 400 anak.

Tingkat keberhasilan intervensi menuju kesembuhan kaki pengkor sebesar 80 sampai 90 persen terletak pada orang tua karena yang bisa menentukan dan membantu anak untuk melakukan konsultasi rutin, bisa datang ke rumah sakit adalah orang tua sebab diperlukan konsistensi dan kesabaran untuk bisa terus lakukan intervensi. (*rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *