FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sukabumi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) dengan khidmat di Hotel Selabintana, Sabtu (11/4/2026). Momentum ini menjadi ajang konsolidasi strategis untuk memperkuat arah perjuangan partai di tingkat daerah.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPP dan DPW PKB, Dewan Syuro, serta seluruh pengurus DPC dan PAC se-Kabupaten Sukabumi. Turut hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, pimpinan partai politik, serta perwakilan Bawaslu dan KPU, yang menunjukkan kuatnya sinergi PKB dengan berbagai sektor.
Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Sukabumi, KH. Abu Bakar Shidiq, dalam arahannya menekankan bahwa politik harus berakar pada nilai-nilai keagamaan dan historis Nahdlatul Ulama (NU).
“Politik adalah penjaga agama, dan agama harus menjadi ruh dalam berpolitik. Jangan pernah meninggalkan nilai agama dalam perjuangan politik,” tegas KH. Abu Bakar Shidiq.
Beliau juga mengingatkan para kader agar tetap menjaga kekompakan antara Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz serta berpegang teguh pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPC PKB Kabupaten Sukabumi, Hasim Adnan, menyebutkan bahwa keberhasilan PKB meraih tujuh kursi di DPRD Kabupaten Sukabumi merupakan modal besar untuk mengawal aspirasi masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa PKB tidak bisa berjalan sendiri.
“Sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam mewujudkan Sukabumi yang mubarokah. Perjalanan politik membutuhkan konsistensi dan kolaborasi,” ujar Hasim.
Mewakili DPP PKB, Ahmad Fauzi yang juga anggota DPR RI, menyampaikan pesan khusus dari Ketua Umum PKB. Ia menekankan bahwa Muscab serentak ini adalah bagian dari konsolidasi nasional untuk memastikan politik menjadi sarana ibadah.
“Berpolitik jangan hanya saat pemilu. Politik harus menjadi sarana perbaikan kehidupan dunia dan akhirat,” ungkap Ahmad Fauzi.
Ia juga mengingatkan peran vital PKB dalam sejarah kebijakan nasional, seperti lahirnya Hari Santri dan UU Pesantren.
Ahmad Fauzi berharap Muscab ini menghasilkan rumusan konkret untuk mengatasi masalah kerakyatan, seperti kemiskinan dan pelayanan kesehatan.
“PKB harus hadir sebagai pelopor. Tidak boleh ada kader yang diam ketika rakyat membutuhkan,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung religius ini juga diisi dengan pembacaan wahyu Ilahi, penampilan seni budaya, serta menyanyikan Hymne PKB, yang semakin mempertegas semangat kebangsaan para peserta. (Red)









